Dewan Kalsel Kawal Rencana Kajian Dishub Terkait Terminal Handil Bakti

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Terminal Handi Bakti, Jumat (17/2/2023). (Foto: Humas DPRD Kalsel/Koranbanjar.net)
Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Terminal Handi Bakti, Jumat (17/2/2023). (Foto: Humas DPRD Kalsel/Koranbanjar.net)

Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dipimpin oleh Sekretaris Komisi III, Gusti Abidinsyah melakukan monitoring dan evaluasi (monev) Terminal Handi Bakti di Kabupaten Barito Kuala yang kondisinya sudah tidak layak, Jumat (17/2/2023).

BARITO KUALA, koranbanjar.net“Kami monitoring terminal Handil Bakti yang sekarang kondisinya cukup memprihatinkan. Informasi dari kawan-kawan sopir, pernah dalam satu hari itu cuman satu saja, yang berangkat itu pun tidak full, itu yang menjadi perhatian kita,” jelas Abidinsyah.

Hal tersebut diamini oleh para sopir, dimana kini aktivitas terminal angkutan umum di Kabupaten Barito Kuala sepi karena kurang diminati masyarakat. Hanya ada satu dua unit angkutan umum yang terparkir menunggu penumpang, itupun dalam sehari kadang tidak berangkat sebab tidak ada penumpang.

“Sepi, mungkin karena sekarang sudah ada jasa travel yang lebih nyaman, travel kan mengantar sampai rumah, kami hanya antar terminal saja. Kondisi armada kami juga sudah tua dan tidak bagus,” ucap salah satu sopir di Terminal Handil Bakti.

Komisi III yang membidangi pembangunan dan infrastruktur ini berkomitmen untuk mencarikan solusi terkait permasalahan terminal tersebut. Namun untuk mendapatkan solusi yang efisien dibutuhkan sejumlah data, kemudian harus segera dilanjutkan ke penganggaran agar solusi yang sudah didapatkan tidak hanya sekedar wacana.

“Rencananya kita akan adakan RDP dengan Dinas Perhubungan, sekaligus kita akan mengawal kajian dari pihak Dishub, jadi akan disurvey secara konferehensif, akan diteliti apakah memungkinkan masih tetap dipakai atau jalurnya akan dipindahkan,” pungkas Abidinsyah. (Bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *