oleh

Dampak PSBB, Seorang Ayah Tega Ingin Serahkan Anak Akibat Kesulitan Biaya Hidup

Pembatasan Sosial Berskala Besar(PSBB) berdampak menyumbat mata pencarian masyarakat. Seorang ayah tega ingin menyerahkan anaknya ke petugas pos PSBB, karena kesulitan memenuhi biaya hidup keluarganya.

BANJARMASIN, KoranBanjar.net – Peristiwa dramatis tersebut terjadi di Palangkaraya Kalimantan Tengah, melalui video yang beredar di whatsapp, Sabtu (23/5/2020).

Dalam video yang berdurasi 1 menit, 35 detik itu menceritakan, seorang laki-laki yang diperkirakan berusia kurang lebih 48 tahun ini tampak marah-marah di hadapan para petugas yang berjaga pos PSBB Kota Palangkaraya.

“Kasian anaku handak nukar susu duitnya kedada, kada kawa begawi aku,” ucap pria gempal dalam video itu dengan marah-marah.

Petugas gabungan yang terdiri dari Babinsa, Kepolisian, Babinkamtibmas, dan Satpol PP yang saat itu sedang berjaga mencoba menenangkan emosi ayah yang ingin menyerahkan kedua anaknya itu.

Petugas menyampaikan, mereka hanya menjalankan tugas untuk berjaga di pos perbatasan dalam pemberlakuan PSBB, bukan ranah memberikan bantuan sosial.

“Sabar pak, kami disini hanya menjalankan tugas dari pemerintah, untuk bantuan itu urusannya pemerintah,” ucap petugas berseragam Dishub dalam video itu.

“Betul, tetapi ulun kedada dapat bantuan dari pemerintah, daripada kada kawa begawi, kada kawa menukar susu anak, lebih baik ditembak aja ulun, kada sanggup ulun menggaduh anak,” teriak pria yang mengaku sebagai supir taksi travel ini.

Menyimak isi video itu, ketika ditanya petugas dari kepolisian yang juga bertugas di pos PSBB, ayah dua anak ini mengaku berasal dari warga Kelurahan Menteng Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

“Begini pak, nanti akan kita sampaikan keluhan bapak ini kepada Kelurahan Menteng, kalau kami disini hanya bertugas menjaga pelaksanaan PSBB, nanti apa keluhannya kami sampaikan,” kata petugas berseragam coklat(polisi)

Terlepas apakah benar berita pada video tersebut, KoranBanjar.net hingga saat ini belum mendapatkan konfirmasi terkait kejadian dramatis pada video tersebut.(yon)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: