MTQ Nasional Kalsel
Tak Berkategori  

Berkah Musim Hujan, Sehari bisa Laku 20 Jas Hujan

BANJARBARU – Memasuki musim hujan, menjadi berkah tersendiri bagi sebagian orang. Terutama bagi para penjual jas hujan. Karena di musim hujan inilah biasanya dagangan mereka akan laris manis alias laku keras.

Seperti warga Kecamatan Liang Anggang, Yana, yang sudah berjualan jas hujan selama 5 tahun terakhir. Dia membuat kios kecil seluas kurang lebih 6 x 4 meter di pinggir jalan Ahmad Yani Km 18.

Yana dan suaminya yang sehari-hari menjadi pengantar bahan bakar jenis solar sesuai pesanan pengecer dikarunia 5 anak. Selain jas hujan, dia juga menjual aksesoris bepergian seperti kaos kaki, sarung tangan, tutup kepala, kacamata dan juga bahan bakar minyak eceran. Jas hujan di sini dibandrol dengan harga Rp10.000 hingga Rp100.000 per buah tergantung ukuran dan jenis bahan.

“Sehari bisa dapat penghasilan satu juta, itu termasuk modal. Kalau pas nggak musim hujan paling sekitar lima ratus ribu saja,” ujarnya.

Karena tempatnya yang strategis pulalah yang membuat dagangan Yana diserbu para pengendara motor yang diterpa hujan. Kebanyakan dari mereka yang membeli karena lupa membawa jas hujan dari rumah.

“Biasanya hari Sabtu dan Minggu yang rame pembeli. Bukannya dari pagi setelah ngantar anak-anak sekolah. Dan kadang-kadang kami juga buka sampai malam, dengan bekal lampu yang dicas (emergency),” ujarnya sembari menebar senyum.

“Seminggu sekali biasanya kami belanja di Pasar Lima Banjarmasin, karena dalam sehari bisa laku sampai dua puluh jas. Jadinya barangnya cepat habis, kalau musim kemarau paling dua minggu sekali,” imbuhnya.

Baik musim kemarau maupun musim hujan, sama-sama mempunyai berkah tersendiri bagi segelintir orang. Tak terkecuali penjual jas hujan, yang dengan sukacita menyambut musim hujan ini dengan harapan meraup rezeki lebih banyak. (ana)