Berita Utama

Berantas Narkoba, BNNP akan Masuki Desa-desa, Inilah yang Dilakukan

BANJARMASIN,KORANBANJAR.NET – Sebagai upaya penyelamatan kepada penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan narkotika, tahun ini BNNP Kalsel telah meningkatkan kapasitas petugas rehabilitasi pada 11 lembaga, baik instansi pemerintah maupun komponen masyarakat.

Sementara itu jumlah penyalahgunaan yang sudah direhabilitasi lembaga rehabilitasi milik pemerintah dan komponen masyarakat itu sebanyak 513 orang. BNNP Kalsel juga memberikan layanan paska rehabilitasi kepada 164 orang mantan penyalahguna narkoba.

Catatan ini berdasarkan rilis yang dikeluarkan BNNP Kalsel dalam siaran pers yang digelar di kantor BNNP Kalsel, Jl. DI Panjaitan, Banjarmasin, Jum’at ( 28/12/2018).

Selain itu BNNP Kalsel juga telah memberikan layanan asesmen terpadu kepada 19 orang tersangka/terdakwa yang sedang menjalankan proses hukum.

Menurut Kabid Rehabilitasi Hj Sandra Murthy, untuk menguatkan perlawanan terhadap narkoba, BNNP Kalsel membangun sinergi dengan seluruh komponen setempat.

“Pada tahun ini kami telah menjalin kerjasama dengan satu instansi swasta, satu komponen masyarakat, dua lembaga pendidikan dengan total dokumen kerja sama sebanyak 4 dokumen,” jelasnya.

Secara khusus, BNN menguatkan kerjasama dengan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham dalam rehabilitasi narkotika bagi tahanan, warga binaan pemasyarakatan dan petugas pemasyarakatan.

“Untuk selanjutnya kita akan masuk ke desa-desa, dengan melibatkan aparat desa, babinkamtibmas, babinsa dan semua komponen masyarakat desa untuk mencari bersama-sama para penyalahguna narkoba. Karena sepertinya mereka kurang mengetahui bahayanya narkoba, kalau mereka mengetahui apa itu narkoba dan bahayanya, maka insya Allah mereka tidak akan pakai lagi,” pungkas Hj Sandra.

Langkah pemberantasan tidak akan menghasilkan dampak yang signifikan jika tidak diimbangi dengan Demand Reduction atau pengurangan permintaan narkoba melalui langkah pencegahan.

Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya narkoba, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Selatan telah melaksanakan kampanye stop narkoba kepada 4.000 orang, dan pembentukan relawan anti narkoba sebanyak 221 orang.(al/sir)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close