oleh

Batola Tanam Perdana Padi Unggul

BELAWANG – Mengawali musim tanam padi pasca panen tahun ini, Bupati Barito Kuala Noormiliyani melakukan penanaman perdana padi unggul di Desa Karang Buah kecamatan Belawang,  Kabupaten Barito Kuala, Rabu (22/11).

Penanaman perdana padi unggul yang dilakukan Noormiliyani bersama para Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dinas terkait provinsi dan Batola serta Camat Belawang di lahan Gapoktan Margo Mulio seluas 100 hektar itu menggunakan teknologi baru, sistem Hazton.

Menurut informasi, teknologi pertanian dengan menggunakan sistem Hazton ini bisa memberikan produksi yang berlipat-lipat atau hasilnya berton-ton. Program pertanian ini berasal dari bantuan provinsi dari alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kepada pihak Pertanian Provinsi Kalsel, Noormiliyani mengharapkan program ini hendaknya bisa ditingkatkan, mengingat potensi Batola yang memang hanya mengandalkan sektor pertanian. “Kami berharap tak hanya 100 hektar, kalau perlu 2.000 hektar,” harapnya.

Terkait dipilihnya Desa Karang Buah sebagai tempat pertanian padi sistem Hazton, Noormiliyani menilai, Desa Karang Buah sangat cocok, karena selain memiliki pengairan yang memadai, pada desa itu juga terdapat tanaman jeruk. Sehingga cukup memadai untuk dijadikan kawasan wisata petik buah jeruk.

Untuk informasi, pertanian padi sistem Hazton merupakan kependekan nama dari dua orang penemunya, yaitu Hazairin dan Anton asal Kalbar.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Batola, Zulkifli Yadi Noor mengatakan, penerapan Teknologi Hazton sepertinya sangat tepat di Batola. Ini dilakukan dengan harapan hasilnya dapat lebih memuaskan. “Pengennya kita wilayah ini dicopy atau direflekasi oleh wilayah lain sehingga bisa mengembangkan. Kelihatan jeruk sehat dan tanaman padinya juga bagus,” katanya.

Zulkifli juga menceritakan telah membicarakan tentang potensi agrowisata di wilayah Desa Karang Buah bersama Camat Belawang.

“Kita tadi juga bicara dengan Camat, kita menginginkan ke depan daerah ini akan jadi wilayah agrowisata. Sehingga kalau ada tamu-tamu atau wisatawan bisa diarahkan ke sini,” tuturnya.

Menanggapi permintaan Bupati Noormiliyani terkait penambahan alokasi tanam padi unggul di Batola, Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian TPH Provinsi Kalsel, Kusmaryono, mengatakan, pihaknya justru menawarkan penambahan luas tanam jauh dari yang diharapkan. Hal itu dikarenakan tahun depan Kalsel memiliki program bantuan benih padi unggul seluas 105.000 hektar.

Menurut Kusmaryono, pihaknya menawarkan Batola mengambil 10 persen jatah dari target. Namun Batola hanya bersedia menyanggupi penambahan 1.500 hektar dari 5.000 hektar luas tanam yang ada sekarang. Padahal potensi tanam dua kali yang dimiliki Batola terdapat 34.000 hektar.

Ia berharap tahun depan dengan alokasi 6.500 hektar yang disanggupi Batola mudah-mudahan bisa terwujud, sehingga ada peningkatan penambahan untuk tanam padi unggul. “Kita tidak akan meninggalkan yang lokal, tetapi bagaimana menambah tanam unggulnya,” pungkasnya.

Selain pertanian padi, Kusmaryono juga menginginkan Batola menerapkan tanaman palawija berupa jagung dan kedelai. Mengingat harga jagung saat ini cukup baik lantaran terdapat perusahaan yang siap menampung berapa pun produksi yang dihasilkan.

“Tahun depan Kalsel dialokasikan 150.000 hektar. Memang sentra jagung saat ini ada di kabupaten Tanah Laut, tetapi saya lihat Batola ini sudah mulai,” tutupnya. (dny)

Dari Rubrik Pilihan: