Baznas

Basarnas Siap Siaga Atasi Karhutla, Begini Komitmennya …

  • Bagikan

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Gubernur Kalimantan Selatan, H Sahbirin Noor menegaskan agar seluruh elemen masyarakat dan lembaga agar bersiap siaga untuk melakukan pencegahan terhadap kebakaran hutan dan lahan.

Hal itu disampaikan “Paman Birin” — demikian Gubernur Kalsel akrab disapa, red —  pada apel gabungan bersama lembaga terkait pada Kamis, (25/4) pagi di lingkungan Pemprov Kalsel.

Personil Basarnas

Tidak ketinggalan, Badan Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin (Basarnas) menyatakan siap siapa untuk mendukung instruksi Gubernur Kalimantan Selatan tersebut. “Kami dari Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin siap mendukung instruksi bapak Gubernur untuk mengantisipasi Karhutla,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Mujiono, SE, SH kepada koranbanjar.net.

Sebagai bentuk dukungan terhadap instruksi Gubernur tersebut, pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin juga ikut dalam apel gabungan dengan menurunkan 20 personil dan perwakilan kepala kantor, Kepala Urusan Umum Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Eko Lativania.

Sementara itu, sebelumnya dalam Rapat Koordinasi dan Sosialisasi terkait sinergitas pemda, TNI, Polri dan masyarakat dalam menghadapi bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan, Gubernur Sahbirin Noor menyatakan, Kalsel memang sudah terbiasa dan cukup berpengalaman dalam mengendalikan kebakaran hutan dan lahan.

Meski demikian, kesiapsiagaan harus terus dipelihara. Pencegahan kebakaran hutan dan lahan harus disiapkan sejak awal untuk lebih efektif jika dibandingkan tanpa persiapan.

“Kalau menemukan titik api, segera bergerak untuk memadamka. Intinya temu cepat, lapor cepat dan segera bertindak. Atasi jangan sampai api membesar,” tegasnya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemprov Kalsel, Drs Wahyuddin mengatakan, tahun 2018 adalah tahun pengendalian karhutla yang lebih mengedepankan upaya pencegahan.

Upaya pencegahan didasarkan pada keberhasilan Pemprov Kalsel menurunkan angka hotspot kebakaran hutan lahan 2 tahun terakhir.

“Jadi tahun 2018 ini lebih mengedepankan pencegahan karena kita berkaca pada keberhasilan. Arah kita bukan lagi pemadaman, tetapi bagaimana mencegahnya,” katanya.

Menurut Wahyudin, sebanyak 2.000 aparat, terdiri dari pemda, TNI, Polri dan 135 relawan, disiapkan menjadi ujung tombak dalam mengajak masyarakat untuk menjaga hutan dan lahan dari bahaya kebakaran. (syh/yb/banuapost.com/koranbanjar.net)

 

  • Bagikan