Diancam Kekeringan Bulan Mei Mendatang, Kabupaten Banjar Tingkatkan Kesiapsiagaan

MARTAPURA,Koranbanjar.net-Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pada Kamis (26/04) pagi, menggelar apel siaga untuk menyiapkan kesiagaan dalam menghadapi musim kemarau dan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dalam apel yang digelar di halaman kantor BPBD Banjar Martapura, diprediksi pada bulan Mei dan Juni akan mulai terjadi musim kemarau atau kekeringan. Untuk itu pihak terkait mulai menyiapkan penanggulangan akan terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang memungkinkan terjadinya dampak parah yaitu kabut asap.

Wakil Bupati Banjar, Saidi Mansyur mengatakan, penanggulangan bencana ini sangat penting dilaksanakan, selain untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap terjadinya bencana alam, seperti yang diamanatkan oleh pemerintah pusat, agar disetiap masing-masing daerah agar terus berupaya menanggulangi akan terjadinya karhutla. “kita semua harus lebih meningkatkan lagi kewaspadaan, serta berupaya melakukan pencegahan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Penanggulangan bencana ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi juga masyarakat dan pengusaha,”ujarnya.

Ditambahkannya, kebakaran hutan dan lahan yang sering terjadi di Kabupaten Banjar sangat berdampak buruk bagi masyarakat, juga terhadap lalu lintas udara, laut, dan darat. Juga mengancam kesehatan seperti ispa dan sesak napas. “terjadinya kebakaran hutan yang menyebabkan adanya asap tebal sangat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat, juga akan sangat mengganggu lalu lintas darat, laut, dan udara,”ungkapnya.

Pada kesempatan ini juga disampaikannya, untuk peralatan yang dimiliki BPBD saat ini masih ada yang perlu ditambah seperti selang pemadam panjang agar bisa menjangkau wilayah-wilayah yang terdalam. Saidi juga berterima kasih, kepada semua pihak yang telah turut aktif dalam menanggulangi bencana alam yang terjadi di Kabupaten Banjar.

Sementara itu, Sekda Banjar Nasrunsyah mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan persiapan penanggulangan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, termasuk dengan pihak perusahaan swasta dan daerah untuk ikut serta dalam pencegahan ini. “diprediksi bulan Agustus adalah puncak kemarau, namun pada bulan Mei ini sudah akan masuk musim kemarau, untuk itu kita telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, juga dengan para pengusah agar turut aktif dalam melakukan pencegahan karhutla ini,” ujarnya.(sai/pri)