Banjir di Kalsel, Walhi Sebut Akibat Eksploitatif Manusia Terhadap Bumi

oleh -2.348 views
Rumah terendam banjir di wilayah pengaron (sumber foto: tangkapan layar di internet)

Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Kalsel menganggap banjir yang kini melanda di beberapa kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, bukan bencana alam, melainkan akibat eksploitatif manusia terhadap bumi yang tiada henti-hentinya, dan menyebabkan perubahan iklim.

KALIMANTAN SELATAN, koranbanjar.net – Awal tahun ini, di beberapa titik di Kabupaten Banjar diduga merupakan banjir terparah sejak 2006 silam.

Rumah di jual di Martapura

Jasa Interior di Kalimantan Selatan

Manajer Advokasi dan Kampanye pada Walhi Kalsel, Ahmad Miptahul Pauji menyebutkan, rata-rata banjir melingkupi daerah yang masif ekspansi tambang batubara, baik legal maupun ilegal serta perkebunan monokultural sawit berskala besar.

Katanya, banjir juga berawal dari luapan sungai yang diduga kehilangan daya tampung dan daya dukung lingkungan akibat deforestasi serta alih fungsi lahan yang terus terjadi di wilayah hulu.

“Sepanjang Tahun 2020 kemarin, Kalsel mempunyai catatan penting terkait dampak eksploitasi sumber daya alam dan alih fungsi lahan secara tidak langsung,” ucap Pauji, Rabu (13/1/2021).

Syahdan, disebutkannya, di awal Januari hingga Februari Tahun 2020 lalu, setidaknya ada 7 kabupaten/kota, yaitu Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Tapin, Banjar, Tanah Bumbu, dan Kota Banjarbaru yang terdampak bencana hidrometeorologi.

Pauji mengatakan, seharusnya ini saatnya bagi politisi yang mengikuti perhelatan pilkada di Kalsel Tahun 2020 kemarin untuk membuktikan janjinya terhadap kesejahteraan dan keselamatan rakyat. Menang atau kalah bencana ekologis tidak memihak kepada siapa ia akan datang. (san/maf)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *