BNN

“Balajar Maharagu Wasi” di Museum Lambung Mangkurat

  • Bagikan
Kasubag Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat Muhammad Taufik Akbar sampaikan sambutan. (Sumber Foto: Museum Lambung Mangkurat/koranbanjar.net)

Belajar bersama  tertanggal 9 September  2021 lalu diadakan oleh Museum Lambung Mangkurat, dengan topik “Balajar Maharagu Wasi,” atau belajar memelihara besi.

BANJARBARU,koranbanjar.net – Pembelajaran ini tentu sangat menarik karena topik yang dibawakan sangat melekat erat dengan kebiasaan dan budaya urang Banjar maupun seluruh nusantara.

Belajar bersama ini dihadiri komunitas pencinta wasi pusaka banua atau lebih dikenal Komunitas Wasaka, juga fungsional pamong budaya museum sendiri.

Museum sebagai tempat menyimpan peninggalan sejarah, hampir 2000 koleksi museum menyimpan  senjata tradisional diantaranya keris, parang, mandau, tombak, pedang dan lainnya.

Tema yang diketengahkan dalam belajar bersama ini berkaitan dengan museum, karena museum merupakan tempat merawat benda-benda peninggalan sejarah.

“Kegiatan kerjanya museum adalah mengkonservasi atau perawatan,  sehingga pentingnya bagi kami selaku mengkonservasi benda-benda peninggalan sejarah ini saling berbagi ilmu atau sharing,” cetus Kasubag Tata Usaha Museum Lambung Mangkurat, Muhammad Taufik Akbar SAp.

Ditambahkannya, sharing bagaimana cara merawat benda-benda pusaka seperti senjata tajam tradisional dengan Komunitas Wasaka, menggunakan bahan-bahan tradisional sehingga tidak merusak besi atau wasi dari peninggalan sejarah ini.

“Kami selaku  pelaku konservasi di museum selalu akan belajar dan saling bertukar pengalaman pada ahli konservasi dalam bidang masing-masing sesuai koleksi yang ada di museum. Karena ini sangat penting bagi kami di kalangan tim konservasi,” ungkapnya.

Dengan diadakannya belajar maharagu wasi ini dari pihak museum dan Wasaka, harapannya agar terus selalu berbagi ilmu demi merawat benda-benda pusaka peninggalan sejarah tetap terjaga

Semoga, imbuh dia, kegiatan kegiatan museum ke depannya selalu memberikan inforrmasi dan pelayanan terbaiknya untuk masyarakat dan generasi muda di era teknologi serba canggih.

“Dengan harapan museum selalu di hatiku, semboyan untuk museum di seluruh nusantara,” kata Taufik Akbar, yang membuka kegiatan belajar bersama. (museumlambungmangkurat/dya)

 

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 − two =