Banjar  

Asistensi Renja dan Kinerja Mitra, Bidang IK Bappedalitbang Banjar Gelar Rapat Kerja

Rapat kerja Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (IK) Bappedalitbang Kabupaten Banjar bersama SKPD mitra, Senin (1/4/2024). (Foto: Bappedalitbang Banjar/Koranbanjar.net)

Dalam rangka Asistensi Rencana Kerja (Renja) dan kinerja Mitra Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan (IK) Bappedalitbang Kabupaten Banjar, maka dilaksanakan rapat dengan tiga agenda, yaitu capaian proyek strategis, keselarasan antar Renja 2025 dengan Rencana Strategis (Renstra) perubahan dengan tetap berkesesuaian dengan Pemutakhiran Kepmendagri No.900.15.5-1317 Tahun 2023, dan evaluasi Simondalev.

BANJAR, koranbanjar.net – Rapat dilaksanakan pada hari Senin (1/4/2024), bertempat di Aula Bauntung Lantai III Bappedalitbang Kabupaten Banjar, dipimpin langsung oleh Kabid Infrastruktur dan Kewilayahan Herlina Maulidah, didampingi Edy Jaya selaku Kasubid Kewilayahan.

Herlina menyampaikan terkait proyek strategis pada RPJMD Kabupaten Banjar tahun 2021-2026, rata-rata realisasi yang sudah tercapai untuk mitra bidang pada tahun 2024 kisaran 60% secara makro, akan tetapi capaian target ini akan tetap dikejar sampai tahun 2026.

Ia juga menjelaskan ada proyek strategis yang sudah selesai, seperti kawasan Air Santri dan kawasan Sekumpul pada segmen I, serta rumah yang terlayani akses air minum berupa pemasangan sambungan rumah sudah 100% akses.

Lanjut dikatakannya, terkait keselarasan Renja 2025 dengan Renstra Perubahan, masih ada terdapat sebagian mitra  yang belum mengetahui tentang sub kegiatan penyelenggaraan wali data pendukung statistik sektoral daerah dan sub kegiatan pelaksanaan pengumpulan data statistik sektoral daerah.

Dari hal tersebut, diharapkan mitra bidang IK agar dapat dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan perangkat daerah, dalam hal ini (Renja TA 2025 dan Renstra Perubahan).

“Matriks renstra perubahan mitra bidang IK masih dalam tahap proses dan tidak terlepas dari Kepmendagri No.900.15.5-1317 Tahun 2023 tentang nomenklatur, kodefikasi indikator sub kegiatan,” terang Herlina.

Herlina menambahkan untuk kegiatan rapat forum perangkat daerah, agar dianggarkan di masing masing SKPD Mitra Bidang Infrastruktur Kewilayahan pada tahun 2025, dan untuk berita acara hardcopy forum perangkat daerah agar disampaikan ke bidang Infrastruktur Kewilayahan.

Sementara itu, Edy Jaya menuturkan, dengan adanya momentum revisi Renstra dan rancangan awal Renja 2025, maka terkait adanya kegiatan Geospasial di daerah perlu dianggarkan sarpras pendukung, seperti pengadaan laptop dengan spesifikasi high end, agar memberikan kemudahan dalam pengolahan data Geospasial di masing-masing SKPD mitra.

Saat menyampaikan tanggapan, perwakilan DPRKPLH Banjar menyampaikan untuk proyek strategis diperlukan anggaran agar mensupport kegiatan tersebut, sehingga tercapai sesuai dengan target tahun 2026.

Terkait evaluasi Simondalev, mitra Bidang Infrastruktur Kewilayahan sudah memahami dari keterisian, akan tetapi masih ada terdapat program dan kegiatan yang belum termuat ke dalam aplikasi, dan akan dikoordinasikan dengan bidang pengampu Simondalev.

Sedangkan perwakilan dari DPKP Kabupaten Banjar menyampaikan adanya permasalahan terkait fungsi pemadam kebakaran di lapangan, yaitu sering terjadinya kebakaran akibat dari kelistrikan yang tidak sesuai standar, maka diperlukan sosialisasi ke masyarakat terkait penanganan kebakaran instalasi listrik.

Kemudian, adanya MOU antara PLN dan DPKP Banjar, serta terkait hidran, perlu dilakukan pembahasan lebih lanjut terkait pembayaran tanggungan hidran dan tanggung jawab pemeliharaan hidran.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, BPBD Kabupaten Banjar, DPRKPLH Kabupaten Banjar, DKISP Kabupaten Banjar, Dishub Kabupaten Banjar, serta DPKP Kabupaten Banjar. (bay)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *