AdvertorialPT Adaro

Adaro akan Gelontorkan Rp202 Juta‎ untuk Kembangkan Wisata Teratau

TABALONG – Bermodal ban bekas mobil, ramai cuitan medsos dan semangat. Ide Hatni bersama 10 rekannya menjadikan Desa Teratau sebagai daerah tujuan wisata, sempat ditertawakan. Pasalnya, permainan yang mereka tawarkan, selayaknya kebiasaan anak-anak di desa mengisi waktu libur.

Beruntung, mereka tak patah arang. Sembari meyakini, bahwa dalam dua pekan sejak Teratau menjadi buah bibir di dunia maya, mimpi Hatni pelan namun pasti mulai terwujud. Rombongan pertama dari Dinas Pariwisata Tabalong tiba, tepat dua minggu usai peristiwa itu. Hatni mengingat, rombongan tiba dalam jumlah besar. “Datangnya pakai bus,” kenangnya.

Sempat terkejut menghadapi banyaknya tamu pertama yang berkunjung, Hatni bersama rekannya, tak mau melewatkan kesempatan itu. Berbekal peralatan seadanya, susur sungai menggunakan ban bekas yang dirakit alias tubing lantas digelar.

Selepas itu, Teratau merupa magnet para wisatawan hingga berbondong-bondong berdatangan. Pemuda yang awalnya tergabung dalam karang taruna itu, melebarkan sayap. Sebanyak 30 orang bergabung bersama mereka.

Tak hanya susur sungai yang menjadi andalan, pilihan tempat wisata lain pun turut dikembangkan. Pada 2019 mendatang, Teratau bakal memiliki camping ground, outbond area dengan permainan ekstrimnya, hingga bukit pantau bagi yang ingin memanjakan mata.

Menurut CSR Manager PT. Adaro, Leni Marlina, pihaknya melihat potensi lokal yang layak untuk dikembangkan sebagai ekonomi alternatif bagi warga desa di Teratau. Selama ini pondasi ekonomi di desa itu ditopang pemanfaatan alam. Ke depan, alam yang ada ini kita kelola lebih baik sehingga memberikan efek ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.

CSR Manager PT. Adaro, Leni Marlina
CSR Manager PT. Adaro, Leni Marlina

“Kami coba bantu mengakselarasi tujuan itu, mulai dari menambah fitur wisata yg ditawarkan,seperti camping ground dan outbond area, kita juga akan tawarkan skill penyelamatan di air bagi pemuda-pemuda yang menjadi pemandu wisata di Teratau,” jelas Leni.

‎Kini, secara bergulir, dana tahap pertama sebesar Rp25 Juta telah diserahkan untuk memenuhi peralatan standar pengarungan. “Kita juga menyiapkan dana sebesar Rp97 Juta yang masih menunggu pencairan untuk membangun outbond area dan tahun 2019 sudah dianggarkan dana senilai Rp 105 juta,” ungkap Leni.(humas_adaro/sir)

Tags

Tinggalkan Balasan

Close