60 Wirausaha Ikuti Diklat Disnakerkop UKP HSS

oleh -140 views
Wabup HSS Syamsuri Arsyad, saat menghadiri pembukaan diklat kewirausahaan Disnakerkop UKP HSS, di Gedung 2 BKD Diklat, Kandangan, Kamis (18/4).

KANDANGAN, KORANBANJAR.NET – Sebanyak 60 orang wirausahawan pemula mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) kewirausahaan pemula dari Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, Usaha Kecil dan Perindustrian (Disnakerkop UKP) Kabupaten HSS, di Gedung 2 BKD Diklat, Jalan Pemuda, Kelurahan Kandangan Kota, Kamis (18/4/2019).

Wirausahawan pemula yang mengikuti pelatihan tersebut terdiri dari pelaku industri kecil, menengah, KPM PKH binaan Dinas Sosial Kabupaten HSS, kader P2WKSS Desa Panggungan Kecamatan Loksado, kader Posyandu Desa Baluti serta pelaku usaha mikro lainnya yang ada di HSS.

Wakil Bupati HSS Syamsuri Arsyad, berkesempatan membuka langsung kegiatan yang rencananya dilaksanakan selama tiga hari tersebut.

“Semoga diklat ini dapat memberikan manfaat yang optimal, khususnya dalam memberikan bekal kepada para pengusaha pemula agar nantinya dapat menjadi wirausaha mandiri yang bermanfaat bagi diri, keluarga maupun masyarakat,” ujar Syamsuri Arsyad.

Ia mengimbau peserta dapat mengikuti diklat dengan sebaik-baiknya sampai selesai agar ilmu pengetahuan tentang kewirausahaan dapat diserap maksimal.

“Manfaatkan kesempatan ini sebagai sarana menggali informasi dan keterampilan agar benar-benar bermanfaat untuk meningkatkan keahlian diri,” imbaunya.

Kepala Bidang (Kabid) Koperasi Disnakerkop UKP HSS, Fitri, menjelaskan diklat kewirausahaan itu bertujuan untuk meningkatkan wawasan pelaku usaha pemula dalam merintis usaha, meningkatkan gairah usaha untuk mengekspansi pasar global, meningkatkan daya saing wirausaha dan mendorong peningkatan klasifikasi usaha mikro.

Selain mendapatkan pengetahuan kewirausahaan, peserta juga akan diberikan sertifikat untuk salah satu kelengkapan syarat dalam pengajuan permohonan bantuan permodalan kepada pemerintah pusat melalui program dari Kementerian Koperasi dan UKM.

“Pada 2017 dan 2018, serapan program tersebut masih rendah di HSS. Hanya ada tiga pengusul yang medapat bantuan dengan nominal Rp 10 sampai Rp 12 juta. Padahal banyak potensi dari usaha kita di HSS yang bisa diusulkan, namun terkendala dari syarat sertifikat tersebut,” ujarnya.

Pelatihan tersebut dipandu narasumber dari Sekretaris Disnakerkop UKP HSS Eko Sugianto dan dari Lembaga Pemberdayaan Koperasi dan UKM (LP2UKM) Banjarmasin, Asman. (yat/dny)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan