Kombes Pol. Dr. Faizal Ramdhani, S.Sos,. S.I.K,. MH

5 Alasan Mengapa Kita Bermimpi Saat Tidur

  • Bagikan
Ilustrasi mimpi. (Shutterstock)
Ilustrasi mimpi. (Shutterstock)

Bermimpi saat tidur merupakan hal yang dialami setiap orang. Meski masih banyak yang bertanya-tanya mengenai alasan di balik mimpi saat tidur, beberapa penelitian telah mengungkapkan bahwa mimpi merupakan bagian dari proses informasi dan juga emosi seseorang.

Koranbanjar.net – Melansir dari The Pleasant Dream, ada lima alasan yang diyakini secara umum mengapa kita bermimpi saat tidur. Apa saja?

1. Representasi dari keinginan
Mimpi saat tidur merupakan bagian dari representasi keinginan seseorang. Hal ini diungkap lewat teori rebound mimpi dari Sigmund Freud. Menurut Sigmund, mimpi ini tidak hanya berupa keinginan, tetapi ada motivasi dan proses berpikir di alam bawah sadar seseorang.

2. Membantu memproses informasi
Alasan dibalik seseorang bermimpi ketika tidur adalah agar dapat memproses informasi. Hal ini diungkap lewat teori mimpi aktivasi-sintesis oleh J. Allan Hobson dan Robert McCarley. Teori ini mengatakan, fase REM (rapid eye movement) saat tidur akan memicu kerja amigdala dan hippocampus di otak. Keduanya akan mengirimkan impuls listrik yang membantu dalam penyusunan pikiran acak, ingatan, visual, dan kejadian yang dilihat dari mimpi.

Setelah bangun dari tidur, otak aktif mengumpulkan informasi dan membentuk narasi yang kohesif. Hal ini yang memudahkan seseorang memahami informasi yang didapat dari mimpinya.

3. Memproses memori atau ingatan
Teori pemrosesan informasi ini menyebut bahwa mimpi membantu seseorang memproses data dan ingatan dari hari sebelumnya. Beberapa ahli mimpi mengatakan, teori ini menunjukkan bahwa mimpi dapat meningkatkan daya ingat seseorang. Mimpi dapat membantu seseorang menyaring ingatan mana yang ingin disimpan atau dibuang.

4. Meningkatkan kreativitas
Mimpi dapat membantu memecahkan masalah Anda, dan meningkatkan kreativitas Anda. Jika Anda seorang seniman, Anda mungkin sering terbangun dengan ide brilian untuk karya seni Anda.

Ini karena ketika sedang bermimpi, Anda diizinkan untuk berkeliaran di mana pun Anda inginkan. Tidak ada batasan. Jadi, Anda dapat mengeksplorasi potensi tanpa batas.

5. Refleksi dari hidup seseorang
Anda mungkin pernah mendengar orang mengatakan bahwa mimpi adalah cerminan dari kehidupan nyata. Hal ini didukung oleh hipotesis kontinuitas. Dikatakan bahwa mimpi tidak menunjukkan efek langsung dari insiden dalam hidup Anda, tetapi membaginya menjadi beberapa bagian yang berbeda.

Ketika dipelajari lebih dalam, ditemukan bahwa tahap tidur non-REM sebagian besar melibatkan hal-hal rutin Anda. Tetapi tidur REM lebih banyak berurusan dengan emosi dan ingatan Anda. Itulah alasan mengapa mengingat mimpi saat proses tidur REM lebih mudah daripada mengingat mimpi saat tidur non-REM. (suara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *