MTQ Nasional Kalsel

360 Utusan SD Diajarin Penyusunan RKA Dana BOS

MARTAPURA,KORANBANJAR.NET – Untuk memudahkan para penerima dana BOS dalam melakukan penyusunan kegiatan dan laporan, Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar melakukan Bimbingan Teknologi (Bimtek) Penyusan RKA Perubanahan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2018, Senin (16/07/2018) di Aula Dinas Pendidikan, Jl Indrasari Martapura.

Pelaksanaan bimtek ini merupakan hasil rapat koordinasi antara Dinas Pendidikan dengan BPKAD Banjar untuk penyusunan atau peng SPJ-an dana BOS agar lebih mudah.

“Bimtek ini hasil evaluasi kami, dan rakor dengan BPKAD Banjar, karena sebagian sekolah masih mengalami kendala dalam membuat SPJ,  selain kendala pengetahuan, juga adanya perubahan sistem untuk cara pelaporan dana bos,” demikian diungkapkan Sekretaris Dinas Pendidikan Banjar, Abdul Gani Fauzi

Dia juga menambahkan, Bimtek ini sebagai bentuk atau upaya untuk meminimalisir ketidak akuratan atau adanya penyimpangan yang tidak sesuai dengan prosedur.

“Hasil kesepakatan tim BOS dengan BPKAD untuk meminimalisir ketidakakuratan dalam pelaporan SPJ.  Diharapkan tidak adanya terjadi penyimpangan yang tidak sesuai dengan prosedur,” katanya.

Bimtek bersifat mandiri yang akan dilaksanakan selama 3 hari, mulai 16-18 Juli  2018, untuk itu pihak sekolah dapat memberikan laporan dengan benar dan lancar.

“Bimtek ini diikuti sebanyak 360 utusan Sekolah Dasar dari seluruh wilayah di Kabupaten Banjar,  yang dilakukan secara bergilir. Untuk tingkat SMP sudah dilakukan belum lama tadi,” ucapnya.

Diketahui, pencairan dana BOS dilakukan per triwulan, yang diperuntukan untuk membantu pihak sekolah dalam mengurangi beban para orang tua atau masyarakat, dan meringankan pembiayaan dari sekolah tersebut.

“Untuk pemeberian dana BOS, tiap sekolah itu berbeda-beda nilainya, tergantung banyak muridnya. Makin banyak muridnya, maka banyak juga mendapat dana BOS.  Dari peraturan teknis pusat, 1 murid tingkat SD mendapat Rp800 ribu, untuk SMP senilai Rp1 juta. Dan itu untuk keperluan mereka sekolah, tapi sekolah yang mengelolanya,” pungkasnya.(sai/sir)