12 Tahun Warga Melayu Ilir Ini Tinggal di “Rumah Rumbia”

MARTAPURA,KORANBANJAR.NET- Muhamammad Idrus (65) , terlihat sendu duduk di depan pintu rumahnya sembari menatap istrinya, Lamsiah yang sedang menjemur kayu bakar.

Kedua orang tua itu hanya tinggal berdua di sebuah rumah yang hanya berdinding daun rumbia di Desa Melayu Ilir, RT 02 kecamatan Martapura Timur Kabupaten Banjar.
Lelaki renta itu setiap harinya hanya bisa bertani di sawah, dan itu pun dia lakukan hanya setengah hari.  Karena kondisinya yang sudah tidak muda lagi, sehingga cepat capek.

“Setiap hari cuma ke sawah aja, dari pagi sampai siang. Kalau seharian penuh udah gak kuat lagi, dan saya tidak punya anak,”ujarnya.

Mengenai kondisi rumahnya yang hanya beratap dan berdinding daun rumbia, kepada koranbanjar.net Selasa (29/05) dia mengaku hanya pasrah, karena untuk memperbaiki tidak punya biaya. Keadaan demikian dialaminya selama kurang lebih 12 tahun.

“Pengen aja membaiki, tapi biayanya gak ada lagi, untuk pencaharian, biasanya sambil bertanam padi nyambi nyari ikan dengan masang jaring,” ungkapnya.

Diakui, sebelumnya pihak aparat desa sempat mendata dirinya, dan ia dijanjikan mendapatkan bedah rumah gratis. Namun hingga kini belum ada kabar.

“Dulu ada buhannya mendata, tapi sampai hari ini belum ada kabar. Mudah-mudahan suatau saat ada bantuan bedah rumah untuk kami,”harapnya

Sementara itu Ketua RT 02 M Hatta membenarkan, pihaknya telah melakukan pendataan kepada warganya yang bernama Idrus itu, dan proposal permohonannyapun telah di serahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Banjar.

“Kita sudah rencanakan, gimana caranya pak Idrus itu dapat bantuan bedah rumah, dan proposalnya juga telah kita serahkan ke Dinas terkait. Tapi belum ada kabar pastinya juga lagi. Namun kita tetap akan upayakan agar pak Idrus mendapatkan bantuan bedah rumah,”ujarnya

Sementara itu Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten Banjar Wasis Nugraha saat dihubungi wartawan koranbanjar.net melalui telepon mengatakan, proposal permohonan bantuan dari aparat desa Melayu Ilir telah diterima Dinas Sosial, dan kini masuk tahap verifikasi, dan akan dimasukan ke kuota anggaran dinas sosial.

“Benar ada proposal masuk dari kepala desa Melayu Ilir, sebelumnya kita verifikasi tentang kebenaran data-data penduduk itu, tentang kepimilikan lahan baru ditelaah, setelah itu kita tentukan titik lokasi, baru pelaksanaan pembedahan,” ujar dia.

Sementara itu, anggota Komisi 4 DPRD Banjar Khairudin menyatakan, jika data kependudukan warga tersebut sudah valid, maka pihak pemerintah wajib untuk membantunya.

“Kalau data kependudkan beliau valid, dan tercatat sebagai warga Kabupaten Banjar, maka pemerintah wajib membantu sepanjang persayaratan pemberian bantuan terpenuhi. sudah saat nya rakyat turut menikmati hasil kemerdekaan ini,” ujarnya (sai/sir).