oleh

WASPADA! Tala, HSS dan 2 Wilayah Lainnya Punya Hotspot Terbanyak

BANJARBARU, koranbanjar.net – Kepala BPBD Kalsel, Wahyuddin, mengatakan hotspot atau titik api terbanyak tahun 2019 saat ini ada di Kecamatan Bati-bati, Kabupaten Tanah Laut. Hampir setiap hari terjadi kebakaran lahan di sana. Kemudian terbanyak kedua ada di Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), lalu Kecamatan Martapura Barat, Kabupaten Banjar, dilanjutkan dengan Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

Setiap harinya, dipaparkan Wahyudin, rata-rata ada 10 titik hotspot yang terjadi. Sedangkan total keseluruhannya saat ini sudah mencapai sekitar 40 tiitk.

Untuk antisipasi wilayah karhutla yang sulit dijangkau, Wahyudin mengatakan tetap sama seperti tahun sebelumnya, yakni menggunakan helikopter water bombing.

“Kalau dibiarkan kita juga takut api akan menjalar,” katanya kepada wartawan, usai Apel Siaga Darurat Karhutla Kalsel di halaman kantor Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, siang tadi (30/7/2019).

Sedangkan untuk fokus utama antisipasi karhutla dari BPBD Kalsel tahun ini ada di wilayah Bandara Syamsudin Noor. “Karena tahun lalu lahan di seputaran bandara ada sekitar 40 hektar yang terbakar,” ujarnya.

Menurut Wahyudin, pemicu karhutla terjadinya 99 persen masih karena kelalaian manusia yang membakar sampah, membuang putung rokok, kesengajaan oknum masyarakat dan oknum perusahaan yang membuka lahan dengan membayar oknum lain, sehingga biaya membuka lahan menjadi lebih murah karena dibuka dengan cara dibakar.

Namun sejauh ini, tambah Wahyudin, kondisi rawan karhutla di Kalsel masih aman dan dapat terkendali dengan baik.

Staf Ahli Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Mayjen (Purn) Komarudin Sulaeman, yang berhadir pada apel siaga darurat karhutla menyebutkan, antisipasi karhutla di Kalsel tahun ini melibatkan 1.512 personel, terdiri dari unsur pemerintah, anggota Polri bersama TNI, serta tokoh masyarakat.

Sementara Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, usai memimpin apel siaga darurat karhutla, mengimbau seluruh masyarakat tak membiarkan karhutla terjadi meski sekecil apapun. “Kalau ada (karhutla), secepatnya laporkan dan padamkan,” ucapnya. (ykw/dny)

Komentar

Berita Terkini