Tak Berkategori  

Warga Banjarbaru Mulai Dilanda Kekeringan Air

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Ira (31), seorang ibu rumah tangga (IRT) yang bermukim di Perumahan Graha Permata 8, Kelurahan Landasan Ulin Berat, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, terpaksa harus bolak-balik meminta air bersih setiap tiga hari sekali ke rumah saudaranya yang berada di Kelurahan Landasan Ulin Timur, Kecarmatan Landasan Ulin, Banjarbaru, hanya untuk keperluan mencuci pakaiannya.

Hal itu terpaksa harus dilakukan Ira karena sumur di rumahnya yang berkedalaman 6 meter, sudah mengalami kekeringan dari bulan Agustus 2018 lalu akibat kemarau tahun ini yang sangat jarang terjadi hujan .

“Dari bulan agustus lalu sumur di rumah saya sudah mulai ada tanda-tanda kering, aliran airnya kecil dan semakin lama tidak mengalir. Harus menunggu 1 sampai 2 hari dulu baru air bisa mengalir lagi, itupun aliran airnya kecil. Akhirnya setiap 3 hari sekali saya harus pergi ke rumah saudara saya di Ulin Timur untuk meminta air di sumurnya yang tidak mengalami kekeringan,” ungkapnya kepada koranbanjar.net, Jumat (5/10) kemarin.

Namun karena terkendala jarak, ibu dua anak ini menceritakan, sempat juga beberapa kali membeli air dengan penjual air keliling.

“Kalau beli, harganya antara Rp 80 ribu sampai Rp 100 ribu per 1200 liter,” ceritanya.

Untuk mensiasati kekeringan yang dialaminya, Ira bersama keluarganya terpaksa harus melakukan penggalian sumur ulang untuk menambah kedalaman sumur, sehingga air yang dibutuhkan bisa bertambah.

“Karena sudah terlalu lama susah air, dan daripada beli air terus nantinya, akhirnya kami melakukan penambahan kedalaman sumur kurang lebih 2 meter. Jadi yang sebelumnya 6 meter, kini menjadi 8 meter. Air yang terkandung di dalam sumur jadinya lumayan,” katanya.

Selain Ira, Rahayu (45), warga Jalan Kasturi II Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Banjarbaru, juga mengalami hal serupa. Ia terpaksa harus menambah kedalaman sumur miliknya hingga sekitar 3 meter lagi agar bisa mendapatkan air.

“Karena sebelumnya air di sumur sudah hampir habis. Setiap menyalakan pompa air, mengalirnya lama, pas bisa mengalir, airnya sangat kecil sekali. Jadi kami putuskan untuk menambah kedalaman sumur hingga 3 meterlagi,:” tutur Rahayu. (ren/dny)