Tak Berkategori  

WADUH….PROYEK APA INI, CUMA 3 HARI RAMPUNG?

BANJARBARU – Sebuah proyek yang bersumber dari APBD Kota Banjarbaru, yang terletak di ujung Desa Palam Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, disinyalir telah dikerjakan dengan masa pelaksanaan yang sangat janggal.

Proyek ini diketahui warga setempat yang domisilinya tidak jauh dari lokasi, sempat disertai dengan papan proyek, namun tidak lama, langsung dilepas. Jenis kegiatannya pun mengundang tanda tanya, antara pekerjaan jalan tani atau normalisasi sungai.

Bahkan dari dinas terkait pun, yakni Dinas PUPR Kota Banjarbaru menyebutkan proyek ini dengan jenis kegiatan yang berbeda. Ada yang menyebutkan pembuatan jalan usaha tani, namun ada pula yang menyebutkan pembuatan tanggul atau saluran air.

Warga Desa Palam RT 06 RW 02, Hasan (55), yang sempat diwawancarai wartawan koranbanjar.net di lokasi, sekitar 3 bulan lalu ada pembuatan jalan  yang dananya diduga mencapai miliaran rupiah, namun hanya dikerjakan dalam waktu yang relatif singkat, yakni disinyalir hanya 3 hari.

“Ada pembuatan jalan yang saya duga nilainya miliaran rupiah, namun hasilnya cuma urukan tanah diambil dari pinggir jalan, kemudian di uruk ke jalan. Kalau menurut saya, seumpama membangun jalan harus membawa material dari luar, tidak memakai tanah yang ada dipinggir,” ujar Hasan, Rabu (25/10) tadi.

“Jalan itu hanya dibikin sekitar dua kilometer sebagai tembusan ke Guntung Manggis dan Jembatan 2 Liang Anggang,” beber Hasan.

Kemudian, Hasan mempertanyakan, kalau pekerjaan jalan hanya segitu dengan dana miliaran rupiah, tentunya tidak sesuai.

“Kalau menurut saya paling menghabiskan dana 50 juta. Coba kita hitung, anggap saja upah menyewa eksavator satu jam 500 ribu dikalikan 24 jam, kemudian dikalikan selama 3 hari, hasilnya cuma 18 juta. Kemudian, ditambah upah operator. Itupun kalau kerjanya full tanpa henti, tapi tidak mungkin kan kalau kerjanya full seharian semalaman,” cetusnya sambil mengkalkulasi.

“Alat yang datang hanya eksavator dan operatornya saja salama tiga hari,” jelasnya.

Terkait dengan biaya pembuatan jalan , mantan karyawan PT. Galuh Cempaka selama 20 tahun ini mengaku tidak bisa memastikan jumlah pasti biaya pembuatan jalan tersebut. Namun ia menduga bahwa plang informasi yang pernah dilihat itu mencantumkan anggaran miliaran rupiah.

“Plangnya cepat dicabut jadi saya tidak sempat mencek ulang , yang jelas biayanya miliaran rupiah?” kata bapak 5 orang anak ini.

Kepala Dinas PUPR Kota Banjarbaru, Jaya Kreshna saat dikonfirmasi terkait hal ini dengan keras membantah.

Menurutnya, pekerjaan itu bukan proyek pembuatan jalan, melainkan pembuatan tanggul saluran sumber daya air. “Biayanya tidak sampai miliaran rupiah, cuma ratusan juta,” ujar Jaya Kreshna, Kamis (26/10) tadi.

“Kalau ingin tahu lebih jelas soal detil dananya tanya saja ke Kabid SDA di ruangan atas,” ucapnya singkat tidak ingin bicara panjang lebar.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Budi Hariyana tidak satu pendapat dengan Jaya Kreshna, ia mengatakan proyek itu untuk jalan usaha tani yang panjangnya 2,6 kilometer, nantinya tembus ke Guntung Manggis, Tambak Buluh, Peramuan, dan Jembatan II Liang Anggang.

Apakah proyek itu memang pembuatan jalan atau saluran air, seperti yang disebutkan Jaya Kresnha, dia mengiyakan saja. Padahal sebelumnya ia sangat mantap menyatakan bahwa proyek itu untuk jalan tani.

“Intinya membikin paritnya untuk sumber daya air, cuma hasil kerukannya dijadikan badan jalan, pengerjaan proyek itu hampir satu bulan lamanya,” kata dia.

“Karena sering banjir masyarakat pun meminta agar dibikinkan parit, maka kita bikinkanlah parit, namun hasil parit itu tidak diperhitungkan untuk jalan ini, tetapi dari masyrakat dan kelurahan meminta dibikinkan badan jalan. Jadi kita urukan saja untuk jalan. Jadi rencana ke depan proyek tersebut akan diurus Bina Marga untuk dijadikan jalan,” paparnya.

Disinggung berapa anggaran proyek pembuatan jalan urukan tanah dari parit tersebut ia membantah bahwa dananya itu miliaran rupiah. “Itu cuma 140 juta saja, mana ada miliaran rupiah,” tutupnya. (dra/maf)