oleh

Tips Aman Memilih Obat Sakit Kepala Sesuai Gejala

KESEHATAN, KORANBANJAR.NET – Obat sakit kepala memang bisa menjadi solusi untuk meredakan rasa nyeri yang mengganggu pada kepala. Obat pereda nyeri yang termasuk obat bebas, kerap menjadi pilihan untuk mengobati sakit kepala. Namun, konsumsi obat tersebut tetap harus dilakukan secara hati-hati.

Dikutip dari alodokter.com, obat sakit kepala dapat dikonsumi berdasarkan tipe sakit kepala yang diderita. Seperti sakit kepala tegang yang merupakan sakit kepala yang paling umum terjadi. Orang yang mengalami sakit kepala tegang biasanya merasakan nyeri pada kepala, belakang mata, dahi dan leher. Untuk mengatasi sakit kepala tipe ini, obat pereda nyeri seperti paracetamol, ibuprofen, dan aspirin bisa menjadi solusi. Secara khusus, aspirin tidak dapat diberikan bagi mereka yang berusia di bawah 19 tahun karena lebih memiliki risiko menimbulkan efek samping. Jika Anda merasa perlu lebih sering mengonsumsi obat sakit kepala, konsultasilah kepada dokter.

Selain rasa sakit, migrain atau lebih dikenal dengan sakit kepala sebelah juga dapat disertai gejala mual dan sensitif terhadap suara dan cahaya. Gejala penyerta migrain ini disebut aura. Obat pereda nyeri seperti ibuprofen, paracetamol, dan aspirin dapat dijadikan sebagai obat sakit kepala migrain.

Jika obat bebas tersebut tidak mengurangi sakit kepala migrain, Anda mungkin membutuhkan tambahan obat resep dokter, seperti obat golongan triptan dan ergotamine. Hanya saja obat golongan triptan dapat menimbulkan beberapa efek samping, di antaranya mulut kering, mengantuk, lemah otot, kemerahan pada wajah, mual, dada terasa sesak, dan kesemutan.

Sementara untuk obat ergotamine, efek sampingnya bisa berupa pusing berputar atau vertigo, mual atau muntah, berdebar-debar kesemutan, keram atau nyeri otot. Untuk menghindari efek samping dari ke dua obat tersebut, disarankan untuk konsultasi terlebih dahulu ke dokter sebelum mengonsumsinya.

Selanjutnya, Sakit kepala cluster yang merupakan sakit kepala dengan ciri rasa sakit yang hebat di salah satu mata atau satu sisi kepala, kadang dapat disertai mata merah dan berair pada sisi kepala yang sakit. Rasa sakit dari sakit kepala jenis ini dapat membuat Anda terbangun tengah malam.

Obat untuk sakit kepala cluster bisa dengan pemberian oksigen hirup menggunakan masker oksigen. Selain itu, dapat digunakan suntikan obat golongan triptan, octreotide, dan ergotamine. Ada pula obat semprot hidung lidocaine dan capsaicin. Namun capsaicin dapat menimbulkan efek samping berupa iritasi hidung. Obat-obatan ini harus diberikan sesuai rekomendasi dokter.

Untuk pengobatan nyeri kepala cluster  kronis yang sering kambuh, dapat diberikan obat golongan calcium channel blocker yang umumnya dipakai sebagai pengobatan hipertensi. Obat litium dan antidepresan tertentu juga dapat dipakai sebagai obat untuk mencegah sakit kepala. Konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan obat sakit kepala dengan dosis yang tepat.

Selain mengonsumsi obat sakit kepala berdasarkan tipe sakit kepala yang diderita, anda juga bisa melakukan hal sederhana di rumah agar sakit kepala yang dirasakan dapat mereda. Contohnya dengan mandi menggunakan air hangat. Mandi air hangat dapat membuat ketegangan otot berkurang dan membuat anda lebih rileks sehingga dapat meredakan sakit kepala yang dialami.

Setelah itu, coba berikan pijatan lembut pada pelipis, kepala, leher, punggung, dan bahu. Pijatan lembut tersebut juga dapat mengurangi ketegangan otot yang menyebabkan rasa sakit kepala muncul. Anda juga bisa bersantai sejenak dengan latihan pernapasan sambil mendengar musik yang anda suka, hal itu dapat mengurangi stres dan membantu mengatasi nyeri kepala. Selain itu, anda juga bisa mencoba yoga dan meditasi.

Yang utama dan penting adalah anda perlu beristirahat dari berbagai macam aktivitas, saat merasa sakit kepala. Matikan lampu dan coba untuk tidur sejenak. Dengan tidur, sakit kepala kemungkinan bisa teratasi.

Obat sakit kepala disertai perawatan tambahan di rumah memang dapat menjadi solusi untuk meredakan rasa sakit. Meski demikian, waspadai sakit kepala yang tidak kunjung sembuh atau menimbulkan rasa sakit yang tidak tertahankan. Segera konsultasikan ke dokter guna mengetahui penyakit yang diderita.(ana/koranbanjar.net)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: