TIDAK BERES! 6 Tahun RPH tak Terpakai, Kini Malah Dianggarkan Perbaikan Lagi

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Sungguh ironis. Sejak tahun 2012 silam atau selama 6 tahun, Rumah Potong Hewan (RPH) di Gunung Kupang, Kecamatan Cempaka telah dibangun dengan menelan dana pemerintah Rp 1.068.000.000 (satu miliar enam puluh delapan juta rupiah) yang bersumber dari APBD tahun 2012. Namun sampai sekarang bangunan itu tak pernah digunakan. Ironisnya, meski tidak dipergunakan alias mubazir, malah dianggarkan lagi untun memperbaiki kerusakan bangunan itu pada APBD 2019 senilai Rp200 juta.

Penulusuran koranbanjar.net, bangunan RPH tersebut ditutup dengan pagar yang sudah berkarat. Tampak dari luar, tak kelihatan aktifitas di lingkungan RPH itu. Sangat jelas, bahwa bangunan RPH memang tidak pernah dipergunakan sama sekali.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Banjarbaru, Siti Hamdah saat dikonfirmasi menjelaskan sebab terbengkalainya RPH tersebut dati pendapat masyarakat.

“Jadi kita sudah mentelaah dan sudah setujui izinnya, kita kumpulkan para peternak dan pelaku usaha di Kota Banjarbaru yang sudah tertuang dalam Perwali No 31 Tahun 2017. Mereka semua merasa ke lokasi RPH sendiri jauh, terkendala waktu. Serta tidak efesien, karena banyak memakan dana,” ucap Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarbaru, Siti Hamdah.

Padahal, bangunan tersebut sudah berdiri sejak tahun 2012 yang lalu dan hingga 2018 ini bangunan masih tidak dipergunakan.

“Saya tidak tau cerita yang dulu. Prinsip kami, sesuai arahan Sekda, akan memanfaatkan bangunan RPH pada 2019 nanti. Rencananya dibuat kantor UPT Balai Pembibitan Ternak dan Kesehatan Hewan,” ungkapnya.

Rencana menjadikan UPT tersebut, sudah dibicarakan DKP3 sejak Maret 2018 yang lalu. Setelah ada kepastian, mereka akan memanfaatkan bangunan tersebut. “Kita sudah mulai melakukan perbaikan, dari pemasangan instalasi listrik, kemudian nanti menyusul kepada pintu dan jendala yang sudah rusak. Anggaran alokasi 2019 untuk perbaikan juga sudah ada, tidak banyak kurang lebih Rp200 Juta,” ungkapnya.

Mengenai kenapa sudah lama terbengkalainya bangunan tersebut dan terlihat mumbazir, Hamdah tidak mau memabahas hal tersebut. Karena, dia baru saja menjabat Kadis di DKP3.

“Saya tidak tahu pasti soal pembangunan di 2012 lalu, yang pasti saya baru saja menjabat di sini sejak Januari lalu,” terangnya.(maf/sir)