oleh

Sudah Diuji, Hasil Takaran Pom Mini Sering Tidak Akurat

KANDANGAN, koranbanjar.net – Kabid Bina Perdagangan Daerah Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) M Afif Bizri membeberkan, pihaknya pernah mengambil sampel takaran Pom Bensin Mini, saat awal-awal kemunculan. Hasilnya, pengukuran sering tidak akurat.

“Satu unit Pom Mini tidak stabil setiap harinya, hari ini diuji kurangnya sekian, malamnya bisa berubah lagi, esok berubah lagi,” ungkapnya kepada Koranbanjar.net Kamis (25/7/2019) lalu.

Afif mengungkapkan, dari pengujian yang dilakukan berkala, didapati rata-rata hasilnya sedikit kurang dari standar ambang normal.

Ia tidak menyebutkan berapa jumlah kurangnya, menurutnya hanya kelihatan jika diukur dalam 20 liter.

“Tapi kalau membeli satu atau dua liter tidak akan kelihatan susutnya,” ujarnya lagi.

Afif menjelaskan, kala itu melakukan pengujian dengan standar seperti pengujian SPBU milik Pertamina, dengan diambil sampel 20 liter BBM setiap unitnya.

“Waktu itu masih 50-an jumlahnya, yang kami ambil sampel acak; 15 unit Pom Mini. Sekarang sudah tak terhitung jumlahnya,” katanya.

Ia memungkinkan, karena tidak sesuai standar Pertamina, sehingga tidak dapat dipastikan apakah yang melewati selang itu bensin atau sekedar angin.

“Jangankan itu, SBPU Pertamina saja setiap pagi sebelum pertama kali menjual, mereka menembak dahulu untuk mencek takaran, karena kan namanya alat buatan manusia,” pungkasnya.

Ia mengakui hanya punya kewenangan pada melakukan pengecekan takaran, tidak mungkin menutup usaha masyarakat. (yat/dra)

Komentar

Jangan Lewatkan