Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mengeluarkan status siaga darurat hingga 30 September 2020 mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Rabu (12/8/2020).
KANDANGAN, koranbanjar.net – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Kesbangpol HSS, Roni Rusnaidi mengatakan, dengan naiknya status menjadi siaga darurat pihaknya akan mendirikan posko kesiapsiagaan.
“Untuk kesiapan mengantisipasi Karhutla pada musim kemarau, kita akan membuat posko Kabupaten dan diseluruh Kecamatan,” ucapnya.
Dengan melakukan persiapan awal, Roni Rusnaidi berharap penanggulangan bencana Karhutla di wilayah HSS dapat lebih diminimalisir lagi.
“Semoga dengan persiapan dan kesiapan yang telah dilakukan, kita bisa meminimalisir terjadi karhutla tahun ini,” kata Roni Rusnadi.
Namun, tidak menutup kemungkinan status siaga darurat akan berubah jika ada peningkatan titip api dan akan dinaikan statusnya menjadi tanggap darurat.
“Kalau titik api meningkat status siaga akan dinaikkan menjadi tanggap darurat,” jelasnya.
Berdasarkan pantauan satelit Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofikasi (BMKG), di Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya di Kabupaten HSS belum terdapat titik api, baik kuning, hijau, biru dan merah.
“Titik api yang muncul saat ini hanya di Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Utara (Kaltara), Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan provinsi Lampung,” tuturnya. (MJ-30/maf)