oleh

Sopir Taksi Jurusan Barabai-Banjarmasin Kesepian Penumpang

BARABAI, koranbanjar.net – Sepinya penumpang dalam beberapa tahun terakhir membuat penghasilan sopir taksi jurusan Barabai-Banjarmasin menurun drastis. Para sopir bahkan lebih memilih mendiamkan mobilnya dari pada berjalan mencari penumpang yang belum tentu ada.

Menurut Upik, salah seorang sopir taksi asal Banjarmasin, sepinya penumpang taksi jurusan Barabai-Banjarmasin saat ini karena banyaknya taksi gelap alias liar dengan berbagai jenis mobil baru.

“Para penumpang lebih memilih ikut taksi gelap dengan alasan sopirnya bisa menjemput dan mengantar penumpang sampai halaman rumah. Taksi gelap biasanya didominasi mobil Avanza dan APV,” kata Upik , Kamis (18/7/2019 ).

Selain banyaknya taksi gelap, sopir taksi berpengalaman belasan tahun itu juga mengatakan maraknya rental mobil di Kota Barabai dan sekitarnya membuat banyak warga yang bepergian lebih memilih menyewa mobil ketimbang naik taksi.

“Jadi, kita para sopir saat ini harus pandai mencari tumpangan lain, misalnya membawa titipan barang atau buah. Kalau tidak begitu, kita tidak dapat uang untuk menafkahi anak istri,” tuturnya.

Dampak lainnya, jika sopir taksi hanya membawa sedikit penumpang maka sudah dapat dipastikan beberapa penumpang tersebut akan dipindah ke taksi lain di jurusan yang sama sebelum sampai tempat tujuan.

“Misalnya dari Barabai ke Banjarmasin kita hanya bawa satu penumpang, lalu kalau sampai Kandangan masih tidak ada orang yang naik, maka terpaksa penumpang yang satu orang itu kita over (pindah) ke sopir lain. Karena kalau dipaksa diteruskan kita yang rugi ongkos bahan bakar,” keluhnya.

Sopir lainnya Asah menceritakan, sebelum kondisi penumpang sepi seperti saat ini, setiap harinya ia selalu mendapat hasil bersih Rp 500 ribu lebih. “Kalau sekarang jangankan dapat hasil (uang), untuk mendapatkan penumpang saja luar biasa susahnya. Kecuali sopir taksinya punya langganan penumpang, baru bisa jalan,” ungkapnya. (mdr/dny)

Komentar

Jangan Lewatkan