oleh

Sikapi Status Darurat Karhutla, DLH Banjarbaru Ukur Pencemaran Udara

BANJARBARU, koranbanjar.net – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru melalukan pengukuran Indeks Standart Pencemaran Udara (ISPU) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal itu menyikapi status siaga tanggap darurat bencana karhutla yang telah ditetapkan Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani beberapa waktu lalu.

Pengukuran ISPU dilakukan dengan bekerja sama dengan Balai Besar Kesehatan Tehnik Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBKTLPP) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI).

Pengukuran yang akan terbaca yakni kandungan belerang dioksida (SO2) dan nitrogen dioksida (NO2). Pengukuran memiliki lima parameter ISPU, yaitu partikulat (PM10), belerang dioksida (SO2), nitrogen dioksida (No2), ozon (O3) dan karbon monoksida (CO).

“Alat pengukuran ISPU dipasang selama dua hari supaya hasilnya lebih akurat dan ada pembanding. Hari ini memang sudah ada datanya, tapi masih dihitung oleh pihak BBTKLPP,” kata Kasi Pemantauan Pengawasan dan Kajian Dampak Lingkungan DLH Banjarbaru, Rusmilawati kepada koranbanjar.net, Rabu (18/9/2019) sore

Pengujian kedua pengukuran ISPU dilakukan pada pukul 10.00 wita hari ini, Kamis (19/9/2019). Hasilnya akan diuji dan dihitung kembali di laboratorium. “Kemungkinan sore baru ada data ISPUnya,” lanjutnya.

Rusmilawati berharap DLH Banjarbaru dapat memiliki alat lengkap pengukur ISPU. “Saat ini DLH Banjarbaru dan DLH Kalsel belum memiliki alat pengkur ISPU yang lengkap,” ujarnya.

Pengkuran ISPU dilakukan di halaman kantor Imunisasi, Vaksin Umrah dan Haji, Gang Manggis, Kecamatan Bajarbaru Selatan mulai Selasa (17/9/2019) kemarin. (ykw/dny)

Komentar

Berita Terkini