oleh

Selain Menguntungkan Bagi Pedagang dan Pembeli, Ternyata Musim Durian juga Menyebabkan ini..

BANJARBARU, koranbanjar.net – Sampah yang menyumbat selokan di kawasan Jalan Ir. PM Noor yang diatasnya menjadi lapak pedagang buah musiman bukan tidak mungkin menimbulkan dampak.

Sampah itu menyumbat aliran air yang mengalir saat hujan deras datang. Oleh karena alirannya tersumbat otomatis air meluap dan berakibat air tersebut mengalir ke halaman rumah warga bahkan sampai masuk ke dalam rumah.

Hal itu dikeluhkan oleh salah seorang pemilik rumah yang namanya tidak ingin dipublikasikan. Ia mengatakan, karena rumahnya memang berada agak menjorok ke dalam sedangkan keadaan jalan dan sekolakan lebih tinggi dari halaman rumahnya sehingga air mengalir ke halaman rumahnya.

“Iya, rumah saya jadinya kebanjiran mba gara-gara airnya ngalir ke rumah saya. Ya gara-gara sampah yang nyumbat selokan ini. selokannya jadinya nggak bisa dibersihkan karena pedagang itu pada jualan diatasnya,” keluhnya.

Sementara itu, PPNS Seksi Operasional dan Pengendalian Satpol PP Kota Banjarbaru, Yanto Hidayat mengatakan bahwa hal itu memang dikeluhkan warga sini.

“Karena keberadaan para pedagang itu jadinya kan pihak warga maupun Dinas Lingkungan Hidup tidak bisa membersihkan selokan yang tersumbat. Itu artinya terbukti bahwa keberadaan mereka juga merugikan. Lihat saja setelah lapaknya dibongkar, ternyata sampah menumpuk dibawahnya sehingga menyumbat aliran air di selokan. Bahkan ada biji durian yang sampai tumbuh tunas,” ujarnya.

Memang, setelah lapak yang terbuat dari bambu itu dibongkar banyak sekali sampah organik maupun plastik yang menumpuk dan menyumbat selokan. Hal itu disaksikan sendiri oleh wartawan koranbanjar.net, sehingga selain terlihat kumur dan kotor, permasalahan sampah pun menjadi pertimbangan pemerintah untuk melakukan rencana relokasi pedagang buah musiman di Kawasan Jalan Ir. PM Noor ini.(ana/kie)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: