Rudenim Balikpapan Rusuh, Provokator Diduga Imigran Afganistan

oleh -93 views
rusuh di rudenim balikpapan

BALIKPAPAN, KORANBANJAR.NET – Terjadi kerusuhan di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Balikpapan. 7 sampai 8 imigran asal Afganistan diduga sebagai provokator kerusuhan di dalam Rudenim. Akibatnya banyak fasilitas Rudenim yang rusak.

Penghuni Rudenim Balikpapan yang ricuh merupakan para imigran yang mencari suaka politik dan tidak mau kembali ke negara asalnya yang hingga kini masih dirundung konflik bersenjata.

Rumah di jual di Martapura

Jasa Interior di Kalimantan Selatan

Mereka meminta diberikan kebebasan karena sejak 4 tahun belum ada kejelasan proses pemindahan. Oleh karena itu kericuhan terjadi di dalam Rudenim disebabkan karena tidak sabar menunggu proses pemindahan.

Aksi protes penghuni Rudenim Balikpapan ini dilakukan sejak Kamis hingga Senin pagi (23/4).

“Laporan pidana sudah masuk, tadi anggota kami laporkan ke Polres Balikpapan terhadap kerusakan ini,” ungkap Kepala Rudenim Balikpapan, Muhammad Irham Anwar usai mendampingi kunjungan DPRD Balikpapan, Senin (23/4).

Untuk estimasi kerugian pihaknya memperkirakan sekitar Rp150 juta karena kerusakan yang dialami seperti 27 CCTV, TV, kerusakan pagar tembok yang dicoret-coret dan kerusakan lainnya.

“Estimasi sekitar Rp150 juta kita belum hitung langsung karena belum berani masuk kedalam,” katanya.

Menurutnya ada 7 sampai 8 orang yang diduga menjadi provokator inti. “Kalau total provokator ada sekitar 20 orang,” ungkapnya.

Pengamanan Rudenim Balikpapan hanya ada 5 orang petugas, oleh karenanya pihaknya meminta bantuan Polri dan TNI untuk pengamanan di lokasi.

“Sebanyak 150 orang di dalam tidak mampu kita menangani sendiri. Sampai sekarang kita belum masuk ke ruangan mereka,” katanya

Terkait soal pemindahan, ia mengatakan sudah berusaha untuk memindahkan mereka. Namun terkendala, secara nasional hampir seluruh Rundenim totalnya sudah menampung sekitar 16 ribu. Sedangkan di Rundenim Balikpapan tidak sampai 200 orang.

“Mereka ada yang dua tahun dan empat tahun tidak semuanya datang bersamaan,” jelasnya.

Aksi protes sebenarnya sudah berlangsung pada Februari lalu namun pihaknya sudah melakukan mediasi dan menjelaskan situasi yang ada.

”Teriak malam ini (Kamis kemarin) lalu kita audiensi dan mereka berhenti lalu teriak lagi, kita audiensi lagi berhenti lagi. Ini yang ketiga kalinya, kebetulan saat anarkis malam Jumat saya di Bandung. Puncak anarkis Kamis dan Jumat. Hari ini mereka masih protes tadi malam dan Senin siang,” ceritanya.

Kepala Rudenim Balikpapan itu berharap dalam waktu dekat akan dipindahkan. Rencananya mereka akan dipindahkan ke Makasar, Batam, Tanjung Pinang dan Jakarta.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan pindahkan 44 orang lalu menyusul 31 orang kemudian ada dua orang sehingga 77 orang yang akan dipindahkan,” tuturnya.

Disinggung soal deportasi tindakan paksa ia mengatakan belum ada rencana, pasalnya mereka masih meminta suaka politik. “Tapi ada 44 orang yang pindah ke negaranya karena permintaan sendiri,” tukasnya.

Sementara salah satu penghuni Rudenim Dari Afganistan yang tidak diketahui namanya mengaku sudah 4 tahun mendekam di Rudenim Balikpapan.

“Ya, sudah empat tahun di sini tidak jelas kabarnya bagaimana,” katanya.

Dia mengaku sejak beberapa malam pukul 02.00 Wita melakukan aksi berteriak dan meminta bantuan warga sekitar Rudenim untuk ikut membantunya.

“Kami tidak dibolehkan keluar tempat ini selama 4 tahun. Kami seperti pelaku Kriminal padahal kami bukan penjahat,” tandasnya.

Awal 2017 lalu jumlah penghuni Rudenim Balikpapan sebanyak 300 orang. Mereka mayoritas dari Afganistan, sebagian kecil dari Iran dan Somalia. Saat ini berjumlah 149 jiwa. (sya/dra)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *