Baznas

Rencana Pemprov Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Tanah Karang Intan Ternyata “Omong Kosong”

  • Bagikan

MARTAPURA, KORAN BANJAR.NET – Rencana Pemerintah Provinsi Kalsel untuk membentuk tim pendampingan menyelesaikan sengketa tanah warga Desa Padang Panjang, Karang Intan dengan pihak TNI, hingga sekarang ternyata cuma “omong kosong.”

Buktinya, rencana pembentukan tim penyelesaian sengketa tersebut sudah pernah disampaikan dalam sebuah rapat bersama warga Desa Padang Panjang, Karang Intan, beberapa bulan yang lalu. Namun faktanya, sampai detik ini, tim dari Pemprov Kalsel itu belum juga terbentuk. Sementara warga Karang Intan dan sekitarnya sudah cukup lama menanti dan mengharapkan pembentukan tim tersebut.

“Beberapa bulan yang lalu, kami sudah pernah menghadiri rapat bersama pihak Pemerintah Provinsi Kalsel yang diwakili Sekdaprov dan Asisten. Dalam rapat tersebut, Pemprov mengintsruksikan agar membentuk tim, yang melibatkan pihak terkait,” ungkap Ketua  Tim Penyelesaian Sertifikasi Tanah Sengketa Kabupaten Banjar – Banjarbaru, DR. HC Mawardi Abbas kepada koranbanjar.net, Sabtu (27/4) kemarin.

Sesudah itu, jelasnya, dia juga sempat menemui Walikota Banjarbaru, Drs. Nadjmi Adhani untuk menanyakan perihal yang sama. Namun Walikota Nadjmi Adhani menyampaikan, dirinya justru belum pernah diundang rapat terkait persoalan yang dimaksud oleh Pemprov Kalsel.

Setelah berjalan berbulan-bulan, lanjut Mawardi, pihaknya belum juga mendapatkan kabar dari Pemprov Kalsel. Namun kemudian, dalam sebuah kesempatan acara Pramuka di Objek Wisata Kiram, dia bertemu dengan salah satu Asisiten Pemprov Kalsel yang memang ditugasi untuk membentuk tim penyelesaian sengketa itu. Namun jawabannya sungguh sangat tidak diduga. Tim yang ditunggu-tunggu, sampai sekarang tidak dibentuk juga.

“Jadi, waktu itu saya menanyakan, apakah tim yang akan dibentuk Pemprov Kalsel itu sudah terbentuk. Ternyata sampai sekarang tim yang dimaksud belum juga dibentuk. Jadi, kami masyarakat ini seperti “dikantuti” nya. Atau kada dianggap, tidak dipedulikan. Kami disuruh berjuang sorang-sorang. Bahasa kasarnya itu, silakan urusan sorang aja. Jadi, kayapa ini, kemana lagi masyarakat mengadu?” tegasnya berapi-api.(sir/koranbanjar.net)  

 

  • Bagikan