R1 Rencananya ke Kalsel Lagi, Simak Agendanya

  • Bagikan
BENDUNGAN - Mega proyek bendungan di Kabupaten Tapin yang menjadi salah satu agenda Presiden Jokowi.(foto:ist)
BENDUNGAN - Mega proyek bendungan di Kabupaten Tapin yang menjadi salah satu agenda Presiden Jokowi.(foto:ist)

Presiden RI Ir.Joko Widodo (Jokowi) rencananya ke Bumi Lambung Mangkurat, Kalimantan Selatan pada 3 Februari 2021.

BANJARMASIN, koranbanjar.net –
Informasi ini diketahui dari keterangan Kepala Biro Ops Polda Kalimantan Selatan Kombes Pol, Moch Noor Subhan, lewat rapat virtual penanganan banjjr bersama Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Munjiyat dan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalsel, Muslim, Jumat (29/1/2021).

“Rencananya bapak Presiden akan datang lagi ke Kalsel pada tanggal 3 Februari,” kata Subhan.

Kedatangan Jokowi rencananya meresmikan mega proyek, Bendungan Tapin yang berada di Kecamatan Piani, Kabupaten Tapin, sekitar 20 kilometer dari Kota Rantau, Ibu Kota Kabupaten Tapin atau 101 kilometer dari Kota Banjarbaru.

Setelah meresmikan Bendungan Tapin, sambung Subhan, dari Lapangan Murakarta Tapin, Jokowi melanjutkan kunjungan kerja ke Hantakan, HST, melihat dampak banjir bandang yang menimpa daerah tersebut.

“Pokoknya tolong dipersiapkan dengan baik, sehingga kunjungan Pak Presiden itu ada hasil buat kita,” harapnya.

Sementara Kepala BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, Munjiyat menyampaikan, untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel sudah melakukan persiapan.

“Nanti akan disinkronisasi, kemungkinan sudah ada rapat antara pemda, TNI dan Polri,” ucapnya.

Terkait Mega Proyek Bendungan Tapin atau masyarakat setempat mengenalnya Bendungan Pipitak Jaya, sebelumnya di pertengahan tahun 2020 mencapai tahap akhir 95%.

Dibangun sejak tahun 2015, bendungan ini menelan dana Rp1,058 triliun murni dari APBN multiyears dan menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ada di Banua.

Bendungan Tapin termasuk dalam program pembangunan 65 bendungan besar di Indonesia sebagaimana digagas Presiden Joko Widodo.

Bendungan berkapasitas tampung 70,52 m3 ini diharapkan dapat mendukung ketahanan air dan pangan nasional.

Bendung Tapin dikerjakan PT Brantas Abipraya (Persero) dan PT Waskita Karya Pada 31 Januari 2020.

Adanya keberadaan bendungan ini dinilai pemerintah memiliki banyak manfaat bagi Kabupaten Tapin. Salah satunya dikonsep sebagai tempat tujuan wisata agar masyarakat bisa mendapatkan nilai tambah selain pertanian.

Melalui siaran pers, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, mengatakan pengelolaan sumber daya air dan irigasi akan terus dilakukan dalam rangka mendukung produksi pertanian yang berkelanjutan. (yon/sir)

NEWS STORY
  • Bagikan