oleh

Putri Karima Perkenalkan Budaya Banjar Melalui Buku

JAKARTA,koranbanjar.net – Kehadiran Putri Sultan Banjar, Hj. Gusti  Dhia Karima di Istana Negara pada 17 Agustus 2019 tadi bukan hanya sekadar memenuhi undangan Presiden RI Ir H Joko Widodo pada detik-detik Proklamasi ke-74 Kemerdekaan RI. Keberadaan putri bungsu Sultan H Khairul Saleh Al Muthasim Billah itu juga membawa misi kebudayaan, memperkenalkan dan melestarikan adat dan budaya Banjar.

Lantas, bagaimana caranya? Selain tampil di acara kenegaraan dan acara resmi lainnya dengan penampilan pakaian adat Banjar, Putri Dhia Karima yang juga zuriat dari raja Banjar Sultan Sulaiman Rahmatullah ini membagikan buku-buku Kesultanan Banjar, yang berisi perspektif adat istiadat dan budaya Banjar.

Contohnya saja ketika bertemu dengan tokoh nasional dan advokat ternama Yusril Ihza Mahendra. Dhia Karima menyempatkan waktu menyerahkan buku Kesultanan Banjar sebagai cindramata untuk mantan Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia tersebut.

Yusril yang bergelar Datuk Maharaja Palinduang dari masyarakat Melayu Siabu dan kuasa hukum Joko Widodo- Maruf Amin ini tampak tersenyum ramah dan terlihat gembira menerima cinderamata pemberian Kesultanan Banjar melalui Putri Dhia Karima.

Melestarikan adat dan budaya Banjar melalui literasi merupakan salah satu agenda Kesultanan Banjar. Di dalam setiap lawatan atau kunjungan maupun pertemuan dengan tokoh pejabat dan tokoh nasional hingga internasional, buku-buku pustaka Kesultanan Banjar menjadi ikatan silaturahmi mempererat hubungan dan pelestarian kebudayaan Banjar. “Kami selalu menyelipkan buku-berisi adat budaya Banjar diterbitkan oleh pustaka Kesultanan Banjar, sebagai cinderamata dari Kesultanan Banjar,” cetus Gusti Dhia Karima atau Putri Karima Khairul Saleh. (dya)

Komentar

Berita Terkini