oleh

Pupuk Rasa Kebersamaan Antar Etnis Mewujudkan Kalsel Lebih Kondusif

BANJARMASIN, koranbanjar.net-Kalimantan Selatan memiliki keragaman budaya, ras, suku bangsa, kepercayaan, agama dan bahasa.

Untuk tidak memicu konflik antar etnis,
hal inilah yang terus ditanamkan pemerintah Provinsi Kalsel yakni “Meskipun berbeda-beda namun tetap satu.”

“Karena itu peran Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kalsel sangat erat sekali sehingga di kalsel, seperti yang kita ketahui kondusif sampai seperti ini,” ucap Asisten Bidang Administrasi Umum Setdaprov Kalsel Heriansyah mewakili Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor saat menghadiri seminar dalam rangka meningkatkan wawasan dan kebersamaan antar etnis untuk mewujudkan situasi yang kondusif di Kalsel, Senin (16/12/2019) di Hotel Rodhita Banjarmasin.

Heriansyah menerangkan, susana yang kondusif dapat memberikan kelancaran dan pembangunan di kalsel lebih baik.

“Kalsel sudah di akui di indonesia menjadi wilayah yang paling kondusif, Itu semua karena aparat dan suku-suku, bekerjasama,” ungkapnya.

Ketua FKP Kalsel Hasyim Kadir mengatakan, perbedaan bukan menjadikan bercerai-berai melainkan perbedaan antar etnis sangat indah apabila bersatu.

“Perbedaan ini sangat indah dan sangat baik kalau kita bersatu,” ujarnya.

Oleh sebab itu, untuk menciptakan kebersamaan antar etnis bisa tercapai yakni dengan bersama-sama menata hidup menjadi masyarakat yang baik untuk merekatkan antar etnis.

Dikesempatan sama, Kepala Kesbangpol Kalsel Adi Santoso menjelaskan, hal ini merupakan momen untuk berdialog terkait persoalan dalam hidup berbangsa dan bernegara dalam mengambil kesepakatan dan perbaikan.

Mewujudkan negara yang berlandaskan bhinneka tunggal ika.

“Jadi kesbangpol melihat keadaan forum ini sebagai instansi yang menaungi koordinasi organisasi masyarakat termasuk di dalamnya forum pembauran kebangsaan sebagai SKPD pemproses dana hibah kepada hormas FPK,” tandasnya (ags/dya)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: