oleh

Pernyataan Hamdan Zoelva Makin Memperkeruh Konflik HMI

BARABAI, koranbanjar.net – Pernyataan Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI) Hamdan Zoelva yang menyatakan posisi KAHMI saat ini hanya mengakui PB HMI dalam kepemimpinan Arya Kharisma Hardy sebagai pejabat ketua umum, menuai kritikan banyak pihak, salah satunya Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Kalsel-Teng Zainuddin.

“Saya sebagai Ketum Badko HMI Kalsel-Teng menyayangkan pernyataan Hamdan Zoelva yang terlalu jauh mencampuri urusan HMI,” ujarnya kepada koranbanjar.net saat ditemui di Barabai, Minggu (1/9/2019).

Menurutnya, di konstitusi HMI peran KAHMI itu hanya memfasilitasi kegiatan-kegiatan HMI, bukan masuk ke ranah mencampuri di internal HMI.

“Pernyataan Hamdan Zoelva itu meperparah konflik di HMI. Dengan ini kami meminta kepada pemegang Mandataris Kongres Ketum PB HMI R Saddam Aljihad agar secepatnya menyelesaikan persoalan ini, jika dibiarkan berlarut-larut akan membuat HMI hancur,” katanya.

Dia menambahkan, di dalam AD-ART KAHMI sendiri dengan jelas hanya 1 poin yang menjelaskan peran KAHMI terhadap HMI, yakni dalam pasal fungsi & peran menegaskan bahwa KAHMI berperan sebagai wadah untuk menfasilitasi aktivitas HMI, terutama dalam menyelenggarakan kegiatan pengkaderan.

“Artinya KAHMI hanya menfasilitasi. Hanya sebatas itu. Bukan malahan ikut larut dalam konflik internal PB HMI yang kemudian dengan pede-nya MN KAHMI mengeluarkan surat pada 6 Maret 2019, yang muara isi surat itu menunjukan intervensi KAHMI terhadap masalah internal PB HMI,” pungkas Zainuddin.

Sebelumnya Hamdan Zoelva membuat pernyataan kontroversi itu saat pidato Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ke-II KAHMI) di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (30/9/2019) lalu.

Hamdan juga meminta kepada Presidium MW KAHMI dan MD KAHMI seluruh Indonesia untuk tidak mengindahkan hal-hal yang berkenaan dengan institusi PB HMI di luar kepengurusan Pejabat Ketua Umum Arya Kharisma Hardy. (mdr/dra)

Komentar

Berita Terkini