Tak Berkategori  

Perekaman KTP-el di Tanah Laut Lebihi Target Nasional, Begini Caranya …

PELAIHARI, KORANBANJAR.NET – Perekaman KTP-el di Tanah Laut Lebihi Target Nasional, Begini Caranya. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Tanah Laut, sampai sekarang sudah melakukan perekaman data kependudukan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP- el) mencapai angka 91 persen melebihi target nasional.

Pencapaian target nasional data kependudukan KTP-el ini diungkapkan Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Disdukcapil Kabupaten Tanah Laut, Rahmalina saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (19/3) pagi tadi.

Menurutnya, Kabupaten Tanah Laut memiliki wilayah yang cukup luas dengan banyak daerah pelosok yang jauh dari Kota Pelaihari sebagai ibukota kabupaten. Namun, dengan kerja kerasnya bersama petugas yang rela turun setiap minggu untuk melakukan jemput bola dengan mendatangi desa-desa untuk perekaman data kependudukan, akhirnya bisa maksimal menembus target nasional dan hingga periode Maret 2018 ini KTP-el mencapai 91 persen.

“Strategi Disdukcapil Tanah Laut terus melakukan jemput bola dengan menurunkan petugas turun ke desa-desa melakukan perekaman data penduduk dan yang sudah siap cetak berkas dibawa ke kantor kemudian langsung dicetak,” ungkapnya.

Rahmalina juga mengaku selama 3 hari dalam seminggu bersama lembaga lain Pengadilan Agama dan Kementerian Agama melakukan perekaman data penduduk untuk KTP-el dan pembuatan AKTA Kelahiran.

“Selain petugas kita yang melakukan perekaman data penduduk KTP-el, juga bekerjasama dengan Pengadilan Agama dan Kementerian Agama untuk pembuatan Akta Kelahiran, Pengadilan Agama membantu warga untuk melaksanakan isbat nikah bagi warga yang tidak memiliki surat nikah yang sah dari pemerintah dan kemudian Kementrian Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) yang menerbitkan surat nikah setelahnya Disdukcapil menerbitkan Akta Kelahirannya,” jelasnya.

Ditambahkan, dengan strategi jemput bola seperti ini sangat efektif dalam memaksimalkan perekaman data penduduk karena warga lebih mudah tidak perlu harus datang ke kantor Disdukcapil di Pelaihari.

“Strategi jemput bola turun ke desa-desa untuk perekaman data penduduk sangat efektif karena setiap kali turun selama 3 hari dalam setiap minggu bisa mencetak KTP-el antara 100 hingga 150 warga,” terangnya.

Rahmalina juga mengaku pada periode 2018 dari Januari hingga Maret, sudah 12 desa yang dilakukan jemput bola perekaman data penduduk KTP-el dan AKTA Kelahiran dengan jumlah seribu lebih yang sudah dicetak.

“Dari Januari hingga Maret 2018 ini sudah 12 desa yang dilakukan jemput bola perekaman data penduduk, baik itu KTP-el maupun Akta Kelahiran, dengan mesin cetak 2 unit yang dimiliki Disdukcapil setiap hari bisa mencetak 300 KTP-el,” pungkasnya.(pri)