oleh

Perdana, Pawai Perahu Takbiran Kelilingi Sungai Negara

DAHA SELATAN, KORANBANJAR.NET – Berada di tengah rawa dan dikelilingi pertemuan sungai besar di Kalsel tidak menyurutkan motivasi masyarakat Kecamatan Daha Selatan, Hulu Sungai Selatan (HSS) merayakan malam takbiran dengan meriah.

Kearifan lokal tampak saat pawai malam takbiran Idul Fitri 1440 Hijriah dirayakan dengan arak-arakan perahu kelotok menyusuri sungai yang dapat disaksikan langsung warga baik di rumah sendiri, dermaga maupun jembatan.

Distrik Negara menunjukkan daerah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang terdiri Kecamatan Daha Utara, Daha Selatan dan Daha Barat yang merupakan peninggalan sejarah kerajaan Negara Daha dan seluruhnya adalah rawa dataran rendah, sehingga bisa dikatakan masyarakat di sana hidup di atas air dengan rumah-rumah konstruksi panggung.

Pukul 20.00 wita malam idul fitri 1440 H perahu-perahu hias dengan dilengkapi sound system mulai berdatagan dan berkumpul untuk start di sekitar jembatan Desa Pihanin Raya didahului masyarakat yang sudah memenuhi atas jembatan menonton langsung.

Perahu-perahu dihiasi berbagai lampu hias, bentuk tempat ibadah dan bentuk-bentuk lainnya dibuat semenarik mungkin.

Pawai perahu takbiran malam hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah di Kecamatan Daha Selatan. (foto: hidayat/koranbanjar.net)

Saat pawai malam takbiran berlangsung, masyarakat menonton dari rumahnya masing-masing dimana kebanyakan rumahnya membelakangi sungai Negara yang dilintasi pawai langsung, bagi yang rumahnya tidak terlitasi pawai bisa menonton dari pinggir sungai, atas jembatan maupun dermaga.

Sampai pukul 22.00 wita jembatan Pihanin dan Tumbukan Banyu serta pinggiran jalan di samping sungai masih dipenuhi masyarakat yang menyaksikannya dibantu petugas menertibkan kemacetan jalan.

Camat Daha Selatan, Akhmad Sapuan mengatakan ini merupakan yang pertama kali dilakukan pawai malam takbiran, dimana tahun-tahun sebelumnya pawai dilaksanakan dengan kendaraan darat yang mengakibatkan kemacetan luar biasa.

“Yang pertama kali ini karena aspirasi dari tokoh masyarakat dan pemuda disamping Daha merupakan kota yang banyak sungai,” ujarnya Camat Daha Selatan.

Sapuan mengatakan, rute pawai dari Desa Pihanin sampai Desa Samuda kemudian memutar balik dan finish di pelabuhan Desa Tumbukan Banyu.

Ia mengungkapkan, peserta berjumlah 12 perahu kelotok oleh masing-masing desa di Kecamatan Daha Selatan. “Pelaksanaan acara oleh kecamatan dibantu Polsek Daha Selatan, Koramil, Satpol PP Kecamatan, tim medis, Tim Relawan Daha (TRD), APDESI dan beberapa unit PMK,” ucapnya.

Antusiasme masyarakat nampak terlihat dengan dipenuhinya dermaga Pasar Senin Negara. Meskipun masih ada yang perlu ditingkatkan lagi agar semua masyarakat bisa lebih terhibur dan lebih meriah dengan suasana malam takbiran dilakukan dengan bunyian musik yang sepantasnya.

Hal itu diamini salah satu warga Daha Selatan, Muhdi, ia mengatakan pelaksanaan acara lumayan menghibur dan bagus untuk lebih ditingkatkan lagi ke depannya. “Bagus karena menggambarkan kearifan lokal tetapi perlu penerangan lebih lagi,” ujarnya.

Selain di Daha Selatan, Daha Utara juga menggelar acara demikian dengan rute start di pelabuhan seberang kantor Desa Murung Raya dan finish menuju desa Hakurung Luar. (yat/dra)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: