Baznas

Penggunan Pestisida pada sayuran jadi Perhatian Pemerintah

  • Bagikan

Banjarmasin, koranbanjar.net – Dalam sidang paripurna yang diadakan secara internal oleh DPRD Kalsel yang dihadiri oleh sejumlah anggota komisi dan beberapa fraksi, dibahas tentang rancangan peraturan daerah (raperda) usulan dari komisi II mengenai penguatan ketahanan pangan yang selama ini menjadi perhatian banyak masyarakat, Senin siang (5/3).

Ketua Komisi ll DPRD Kalsel, Danu Ismadi Saderi mengatakan, selama ini pengenalan pangan kepada masyarakat kurang berkembang sehingga masyarakat hanya mengenal pada satu jenis bahan pangan saja, yaitu beras.

“Masyarakat kita hanya terfokus pada beras saja, padahal banyak jenis pangan yang lain seperti sagu, ubi dan lain sebagainya. Hal Ini diakibatkan kurangnya pengembangan pengenalan jenis bahan pangan lain oleh instansi terkait ” ujarnya kepada koranbanjar.net.

Selain itu, lanjut Danu, hal yang menjadi salah satu perhatian pemerintah adalah mengenai keamanan sumber pangan yang mana selama ini banyak menggunakan pupuk pestisida, terutama pada sayuran.

“Yang tidak kalah pentingnya yang menjadi perhatian kita adalah mengenai keamanan sumber pangan terutama penggunaan pestisida pada sayur. Ini perlu adanya pengawasan dan penyuluhan bagaimana bercocok tanam yang baik,” katanya kembali menegaskan.

Ditambahkan Ketua Komisi II ini, beberapa fraksi telah mendukung sepenuhnya raperda tersebut. Untuk itu, penguatan ketahanan pangan memerlukan perlindungan dan aturan yang jelas untuk mencapai tujuan ideal, yaitu terpenuhinya pangan bagi negara sampai perorangan.

“Yang penting memenuhi asupan yang cukup,tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat untuk dapat hidup sehat,bergizi, aktif dan produktif secara berkelanjutan,” beber salah satu seorang fraksi dalam sidang paripurna itu.

Di sela pembahasan raperda tentang penguatan ketahanan pangan itu, salah seorang anggota dewan dari Fraksi PPP menghimbau terkait masalah kelangkaan dan mahalnya harga gas LPG 3 kg yang terjadi saat ini.

“Kami sangat berharap lembaga terkait dan pihak pertamina dapat segera mengatasi permasalahan ini. Jika ada pihak-pihak yang bermain, tolong kepada pihak aparat agar segera mengamankannya,” ucap salah seorang anggota dewan dari Fraksi PPP. (leo/dny/kie)

  • Bagikan