Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Koran Banjar
Koran Banjar
Banjarbaru

Pendulangan Intan Tak Seramai Dulu, Begini Mata Pencaharian Warga Pumpung

Avatar
1659
×

Pendulangan Intan Tak Seramai Dulu, Begini Mata Pencaharian Warga Pumpung

Sebarkan artikel ini
Lokasi pendulangan intan di Desa Pumpung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru yang kini digunakan untuk usaha tambang pasir. (foto: juwita/ koranbanjar.net)
Lokasi pendulangan intan di Desa Pumpung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru yang kini digunakan untuk usaha tambang pasir. (foto: juwita/ koranbanjar.net)

Sebelum tahun 2020, kawasan pendulang intan di Desa Pumpung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru masih ramai dengan para pendulang intan tradisional. Namun seiring merebaknya COVID-19, kawasan tersebut sudah mulai sangat sepi. Akhirnya, para pendulang intan beralih profesi, ada yang menjadi buruh pasir, berdagang batu mulia sampai menjadi buruh bangunan.

BANJARBARU, koranbanjar.net – Sebagian warga Desa Pumpung, Kecamatan Cempaka kini beralih profesi menjadi buruh pasir.

Advertisement
Koran Banjar
Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mereka menggunakan mesin penyedot pasir yang disebut mesin domping. Pasir disedot dari dasar kubangan bekas galian pendulangan intan sedalam 15 meter. Pasir akan tersedot dengan menggunakan pipa paralon yang menjulur ke susunan kayu. Pasir dijual dengan harga Rp80.000 per ret. Sedangkan dua ret seharga Rp150.000. Upah pengambilan pasir pun berbeda-beda, untuk pengeruk pasir sekitar Rp100.000.

Batu mulia yang dijajakan warga Desa Pumpung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. (foto: juwita)
Batu mulia yang dijajakan warga Desa Pumpung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. (foto: juwita)

Mata pencaharian lainnya, sebagian kecil masyarakat setempat masih mendulang intan. Menurut salah satu pendulang intan, Aini, Sabtu, (5/6/2021), kawasan tersebut masih digunakan mendulang intan, namun tidak seramai dulu.

“Masih dijadikan tempat pendulangan intan mbak, tapi sekarang masih istirahat para pendulangnya,” kata dia.

Intan-intan yang diperoleh akan dibawa ke Martapura untuk digosok agar tampilannya lebih menarik.

Sementara itu, warga lainnya, Ghoni menambahkan, selain intan disini juga terdapat batu mulia. “Selain intan di sini juga ada batu mulia mbak, seperti batu aquamarin, delima, magnet dan ada juga jenis lainnya, kalo dijual harganya mahal hingga jutaan rupiah,” tuturnya.

Batu mulia dari Desa Pumpung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. 9foto: juwita/koranbanjar.net)
Batu mulia dari Desa Pumpung, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru. 9foto: juwita/koranbanjar.net)

Dijelaskan, berbagai mata pencaharian dilakukan masyarakat setempat. Karena pendapatan para pendulang intan atau penjual pasir tidak menentu. Kadang mereka tidak mendapatkan hasil apa-apa. Termasuk pembeli pasir tidak setiap hari ada. Namun mereka masih sabar dan terus mencari nafkah dengan menjadi buruh bangunan.(mj-35/sir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Protes RUU Anggota Parlemen Menari Perang Prabowo Ajak Puasa 5 Tahun KPK Lelang Barang Koruptor Gus Miftah Meminta Maaf Gus Miftah Ejek Penjual Es Teh