oleh

Pendulang Intan Cempaka (II)

-Feature-39 views

Para pendulang Intan di Cempaka memang harus berbagi hasil dengan pemilik alat (sedot) dan lahan dari hasil yang diperoleh selama sehari. Entah berapa persen untuk pemilik alat, Aman menyebutkan, pemilik lahan dapat bagian 15 persen dari Intan yang didapat.

Sandy, Banjarbaru

Setelah mendapatkan butiran intan permata kecil yang kalau dijual dan dibagi hasil bersihnya, paling-paling Aman mendapatkan uang Rp30 ribu. “Ini kira-kira 25 mg, mun dijual paling kena hasil bersihnya kulihi ja sorang Rp30 ribu (kalau dijual, biasanya bisa aja dapat uang bersih Rp30 ribu. Red),” kata mang Aman.

Sesering itu kah dirinya mendapatkan intan? Aman menyebutkan sangat jarang sekali mendapatkan intan “Jarang banar ding ai dapat nang kaini (jarang sekali ketemu Intan seperti ini. Red”),” jawabnya sambil sedikit tertawa, namun sangat yakin.

Di tengah teriknya matahari, Aman masih saja serius memutar linggangan yang berisi air dan batu kerikil itu hingga sore menjelang. “Sadang gin dah kita, bulikan nah,” ujar mang Aman berucap.

Selepas itu, dirinya merapikan peralatan yang dibawanya untuk beranjak pulang. Dari pekerjaan Aman yang dilakoninya, dirinya sangat bersyukur atas rezeki yang dia dapat. Mengucap syukur kepada Allah SWT juga tak lupa dia ucapkan. Dari hasil bekerja seharian itu, dirinya sudah merasa cukup untuk dibawa pulang untuk mencukupi kehidupan sehari-harinya bersama keluarganya. Itu lah sedikit kisah pendulang Intan di Kawasan Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: