Baznas

Pembangunan Jembatan Kampung Melayu Disambut Suka Cita

  • Bagikan

BANJAR – Peresmian jembatan penghubung desa Melayu dan desa Pekauman oleh bupati Banjar, H Khalilurrahman disambut dengan suka cita oleh masyarakat. Diharapkan jembatan bisa meningkatkan perekonomian kedua desa dan memudahkan akses penghubung masyarakat.

Jembatan yang diberi nama Jembatan KH Anang Syarani Arif – KH. Salim Ma’ruf diresmikan Rabu, 10/01 pagi di desa Kampung melayu oleh Bupati Banjar. Peresmian juga dihadiri seluruh SKPD Pemerintah Kabupaten Banjar

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Banjar Muhammad Hilman dalam sambutan mengatakan, pembangunan jembatan merupakan salah satu program dari Bupati Banjar untuk meningkatkan perekonomian lokal antar kedua desa.

“Pembangunan jembatan ini adalah salah satu program dari Bupati Banjar dengan tujuan untuk memudahkan akses kedua desa yang bersebrangan sungai dan juga untuk meningkatkan perekonomian lokal antar kedua desa,”ujar Hilman

Ia menjelaskan, jembatan ini dibangun dengan dana APBD sebesar Rp15,7 miliar dengan panjang jembatan 77 meter dan lebar 4,2 meter.

Jembatan KH Anang Syarani – KH. Salim Ma’ruf dibangun selain untuk mempermudah akses kedua desa dan peningkatan perekonomian lokal juga akan dijadiakan sebagai ikon wisata air, yang nanti akan disusul dengan pembangunan gazebo untuk wisata kuliner Kabupaten Banjar.

“Kita akan jadikan sungai Martapura sebagai tempat wisata air untuk masyarakat, di mana dengan adanya jembatan ini nanti disusul dengan pembangunan gazebo untuk wisata kulinernya, dengan ini akan menunjang perekonomian yang ada di sekitarnya,” ungkap dia.

Bupati Banjar Kholilurrahman menyampaikan, memang kedua desa yang bersebrangan ini sangat membutuhkan jembatan permanen untuk memudahkan akses trasportasi masyarakat.

“Sebelum jembatan permanen ini dibangun kedua desa dihubungkan dengan jembatan gantung, karena kondisi jembatan yang sangat memprihatinkan dan membahayakan masyarakat, maka kita bangun menjadi permanen agar masyarakat bisa menggunakan ini  dengan maksimal sebagai akses penghubung dan meningkatkan perekonomian antar desa Melayu dan desa Pekauman,” ujarnya.

Realisasi pembangunan jembatan yang ditunggu selama belasan tahun oleh masyarakat Pekauman dan Kampong Melayu disambut dengan suka cita. Mereka berharap pemerintah juga akan terus memberikan perhatian dalam pembangunan desa dan tidak terpusat di perkotaan saja.

Ketua RT 4 Kampung Melayu tengah Burhanuddin merasa senang dengan dibangunnya jembatan penghubung ini. Menurutnya, sangat bermanfaat bagi masyarakat memudahkan akses transportasi kedua desa.(sai)

  • Bagikan