Tak Berkategori  

Pakaian Adat Dayak ini Mencuri Perhatian Duta Besar

BANJARBARU, KORANBANJAR.NET – Pakaian adat Dayak tim penyambut duta besar yang tiba di VIP Room Bandara Syamsudin Noor, Banjarabaru, Jumat (10/08) kemarin berhasil menyita perhatian para duta besar negara sahabat yang baru tiba.

Setelah mendarat pukul 17.30 WITA, para duta besar langsung disambut dengan 2 pasang putra putri Banua yang berpakaian adat Dayak dan Nanang Galuh beserta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan selatan.

Meskipun baru saja mendarat, namun raut wajah penuh senyum bercampur kagum terpancar dari wajah para dubes ini. Mereka kagum melihat pakaian adat Dayak dari grup DAD (Dewan Adat Dayak) yang mereka kenakan tersebut.

Grup DAD yang dipimpin oleh Ramon ini, ternyata terdiri dari berbagai profesi dan merupakan orang-orang yang berbakat.

4 orang berbakat tersebut adalah Nursifa Yasmin, siswi kelas X SMA Negeri 2 banjarmasin, Handy Candra, Dr Gigi muda RSGM Gusti Hasan Aman, Icha, pegawai PT Gapura Angkasa, dan Anshori yang merupakan Duta Wisata Saijaan.

“Kami memilih mereka-mereka yang berbakat dan berprestasi lalu ada empat orang ini yang terpilih,” ungkap Yuyun, Koordinator Grup DAD.

Baju yang mereka gunakan pun ternyata spesial, karena merupakan handmade atau olahan tangan daro salah seorang mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat, Jurusan FKIP Sosiologi Antropologi bernama Andre Prasetio yang berasal dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

“Bahan bakunya itu dari kulit kayu mas, dari Kulit Kayu Kapua. Untuk 1 baju butuh sekitar 1 bulan prosesnya, karena agak susah, apalagi dikerjakan sendiri,” ungkap Andre.(ren/ana)