oleh

Objek Wisata di HST Diserbu Masyarakat, Wisatawan Surabaya: HST Pantas Tolak Tambang

HST, KORANBANJAR.NET – Libur panjang usai lebaran, objek wisata alam di Kabupaten Hulu Tengah (HST) diserbu masyarakat. Objek wisata Pagat Batu Benawa, Waterpark dan Outbond Baruh Bunga, Riam Bajandik, Pulau Mas, serta Manggasang, tak luput dari kunjungan wisatawan lokal dari berbagai daerah.

Banyaknya kunjungan wisatawan membuat arus lalu lintas di jalan menuju objek wisata yang berada di wilayah Kecamatan Batu Benawa dan Kecamatan Hantakan itu menjadi macet. Di Jalan Tanjung Pura, Desa Pagat, Kamis (6/6/209), kemacetan bahkan terjadi hingga sekitar 10 kilometer.

Kemacetan arus lalu lintas di Jalan Tanjung Pura, yang dipenuhi kendaraan wisatawan, Kamis (6/6). (foto: muhammad ramli/koranbanjar.net)

Yusuf, salah satu wisatawan dari warga Surabaya yang datang ke Barabai untuk menemui keluarganya, tak mengira kunjungan wisatawan di sejumlah objek wisata alam di Kabupaten HST diserbu banyak masyarakat.

“Saya baru pertama kali ke tempat ini, jadi saya mengira kemacetan ini karena ada orang hajatan, eh rupanya memang semua menuju ke tempat wisata yang ada di sini. Tadinya saya mengira tidak seramai ini,” ujarnya.

Dengan logat Jawanya yang khas, Yusuf berpendapat masyarakat HST memang pantas menolak pertambangan dengan getol di wilayah HST.

“Memang sepantasnya masyarakat HST menolak adanya tambang batu bara di HST, sebab wilayah ini punya hutan dan sungai yang masih perawan. Sering saya melihat postingan di media sosial sebelumnya dengan tagar save meratus. Sekarang saya tahu, oh ternyata memang wajar HST bebas dari tambang,” tambahnya.

Sejumlah pengunjung menikmati segarnya air pegunungan Meratus di Riam Bajandik, Desa Haliau, Kecamatan Batu Benawa, HST. (foto: muhammad ramli/koranbanjar.net)

Menurut Yadi, salah seorang relawan dari warga setempat yang sedang mengatur padatnya lalu lintas, wisatawan di libur panjang usai lebaran tahun ini lebih banyak dari tahun sebelumnya.

“Tahun ini lebih banyak dari tahun kemarin wisatawannya, sebab kini banyak tempat wisata yang baru dibuka di sepanjang aliran sungai meratus ini,” katanya.

Kemacetan lalu lintas ini membuat banyak sejumlah wisatawan memutuskan untuk bermalam di kawasan objek wisata.

“Kami akan bermalam di outbond Baruh Bunga karena anak-anak tidak puas bermain-main. Kalau kembali lagi besok takutnya terjebak macet lagi,” ujar Rudi, salah satu pengunjung Baruh Bunga. (mdr/dny)

Komentar

Berita Terkini