NTP Dan HPG Menurun Dibanding Bulan Sebelumnya, Apa Artinya?

oleh -115 views
NTP Dan HPG Menurun Dibanding Bulan Sebelumnya, Apa Artinya?
Suasana jumpa pers bersama awak media di Kantor BPS Kalsel, Banjarbaru, Jumat (1/11/2019) siang. (foto:Yuli/koranbanjar.net)

BANJARBARU, koranbanjar.net – Kepala Badan Pusat Statistik Kalimantan Selatan (BPS Kalsel) Diah Utami menyatakan, di Kalimantan Selatan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Harga Produsen Gabah (HPG) per-Oktober 2019 mengalami penurunan.

Dibuktikan dengan NTP Kalsel tercatat 94,49 persen atau turun 0,54 persen dibanding bulan sebelumnya (September) yang mencapai 95,00 persen. Penurunan tersebut disebabkan indeks harga yang diterima petani (lt) naik hanya 0,13 persen. Sementara indeks harga yang dibayar petani (lb) naik lebih besar 0,67 persen.

Sebagaimana diketahui, NTP merupakan perbandingkan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani. Menjadi salah satu indikator untuk melihat kemampuan atau daya beli petani di pedesaan, bahkan menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

“Didaerah pedesaan mengalami inflasi sebesar 0,89 persen. Dimana indeks harga kelompok bahan makanan terjadi kenaikan terbesar 1,90 persen, sedangkan kelompok lainnya naik berkisar 0,04-0,39 persen,”ujarnya kepada wartawan saat jumpa pers di Kantor BPS Kalsel, Banjarbaru, Jumat (1/11/2019) siang.

Selain itu, lanjutnya, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) sebesar 103,49 persen lebih besar dari bulan sebelumnya atau naik 0,11 persen.

“Rata-rata harga gabah, kualitas Gabah Kering Panen (GKP) ditingkat petani turun 3,49 persen dari bulan September seharga Rp.5.405,10 per kg sedangkan bulan Oktober Rp.5.216,33 per kg,”bebernya.

Menurutnya, begitu juga di tingkat penggilingan turun 3,64 persen dari Rp.5.511,85 per kg pada bulan September menjadi Rp.5.311,40 per kg bulan Oktober.(ykw/maf)

Jasa Karangan Bunga di Kalimantan Selatan