oleh

Muhammad Subakhi; Satria Dari Pasuruan (1) 

Semuanya Berawal Dari Penanam Rumput

Rintik hujan membasahi Jalan Panglima Batur Kota Banjarbaru,

Saya terus melaju dengan motor menuju kantor DPRD Kota Banjarbaru.

Tinggal beberapa meter lagi akan sampai ke tujuan.

Seperti biasa saya kembali ingin menemui salah seorang tokoh masyarakat,

Sekarang kembali dapat amanah sebagai anggota legislatif.

MUHAMMAD NURHUDA, Banjarbaru

SENIN (14/10/2019), waktu menunjukkan pukul 14.30 Wita, seperti dugaan saya kali ini kantor yang saya kunjungi terlihat agak sepi, mungkin masing-masing sudah memulai rutinitas kesibukannya.

Pakaian sedikit basah, tanpa ragu saya langkahkan kaki masuk ke dalam. Papan nama kayu yang bertuliskan ruangan Komisi III sudah agak kusam tulisannya. Di ruangan itu saya menemui seorang lelaki perawakan tinggi besar, lengkap dengan setelan jas sebagaimana mestinya seorang anggota dewan. “Ada apa Mas,“ ujarnya, sambil tersenyum ramah.

Beliau memberikan sapaan hangat kepada saya, ditambah senyuman seorang tuan rumah kepada tamu. Bisa dibilang hal menenangkan.

Sambil berbincang santai, pria gagah ini mempersilakan saya duduk di bangku guna berbicara dan bercerita lebih leluasa lagi.

Dari sinilah cerita anggota dewan Kota Banjarbaru periode 2019-2024 ini dimulai. Muhammad Subakhi, biasa disapa dengan sebutan pak Subakhi, lahir di kota Pasuruan pada tahun 1968.

Tahun 1987 lulus SMA, Subakhi bertahan di Pasuruan tidak melanjutkan pendidikannya, dengan tekat yang kuat dan keyakinan mantap, setahun kemudian merantau lah Subakhi ke Pulau Kalimantan, menuju Landasan Ulin Kota Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan.

Sebelum menceritakan kisah merantaunya Satria Pasuruan ini, ada satu hal yang membuat ia selalu berani mengambil keputusan, yaitu dukungan orang tuanya.

“Orang tua itu bagi saya adalah pusaka saya, akan saya jaga dan juga selalu saya rawat, orang tua juga lah yang menjadikan saya seperti ini hingga sekarang,” ujarnya, mengenang sang pusaka

Merantau ke luar daerah jauh dari kampung halaman tidak cukup dengan hanya semangat, Subakahi sudah mempunyai modal untuk bertarung di perantauan, dengan bermodalkan senang berorganisasi, bekerjalah lelaki Pasuruan ini di Lapangan Golf Swargaloka Landasan Ulin sebagai penanam rumput lapangan golf.

Tahun 1994 Subakhi mempersunting seorang istri guna menemani perjalanan hidupnya, dan Subakhi waktu itu masih sebagai penanam rumput di lapangan golf tersebut. Dukungan sang istri pun tidak luput dari semua kesuksesan Subakhi, dan sekarang sudah mempunyai 4 orang anak.

Keluarga Subakhi mempunyai hobi yang turun temurun dari dulu, mungkin keluarga itu bisa disebut dengan keluarga pesilat sampai anak dari anggota dewan ini pun mempunyai hobi yang sama, meskipun salah satunya ada sedikit berbeda.

“Meskipun salah satu anak saya ada yang nyeleneh, tapi tetap berada di genre beladiri, hobinya ke karate,” ujarnya sambil tertawa ringan.

Di lain waktu, karena kesabaran dan ketekunannya, karir Subakhi tidak hanya sampai pada jabatan penanam rumput, bermodalkan senang berorganisasi, sampailah Subakhi ke titik di mana dia diangkat menjadi seorang manajer di lapangan golf itu.

Menurut perhitungan saat ini Subakhi lah yang paling lama menjabat sebagai manajer di lapangan golf ternama itu.

Sebenarnya masih banyak pekerjaan dan jabatan yang dikerjakan dan diraih Subakhi, dan sejak kapan Subakhi sudah memasuki dunia politik dan apa alasannya, akan saya tulis pada tulisan selanjutnya.(*/dya/bersambung)

Komentar

Jangan Lewatkan