oleh

Meratus Air Gagal Landing Di Bandara Syamsudin Noor, 20 Penumpang Tewas

BANJARMASIN, koranbanjar.net- Pesawat Boeing 737-900ER PK-MRT dengan flight number MR 106 milik maskapai Meratus Air terhempas di sekitar landas pacu, saat melakukan pendaratan di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pada Jumat malam.

Pesawat yang mengangkut 190 orang penumpang dan 8 kru ini akhirnya terbakar menimbulkan kobaran api, membuat suasana malam itu semakin mencekam.

Kejadian berawal saat pesawat tujuan Jakarta lepas landas dari Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin pukul 20.35 LT tiba-tiba alami floop trouble.

Pesawat kemudian memutuskan return to base (RTB) dan melakukan fuel dumping ke Syamsudin Noor Banjarmasin.

Petugas tower dengan segera menginformasikan kepada unit ARFF bahwa pilot Meratus Air memutuskan kembali ke Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Kemudian, petugas ARFF bersiap-siap di acces road.

Pukul 21.09 LT pesawat Meratus Air mendarat, saat melakukan touchdown, pesawat mengalami hempasan yang kuat menyebabkan main wheel sebelah kanan patah.

Kemudian pesawat keluar dari runway dan sayap kanan patah hingga terbakar, tepatnya saat berada di sektor F 100 meter 1.310 dari beginning runway 10.

Setelah pengecekan korban yang diperkirakan meninggal, tim DVI Biddokkes Polda Kalsel melaporkan jumlah korban kepada On Scene Commander. Tercatat, Luka ringan dan selamat 100 orang, 60 orang luka sedang, 20 orang luka berat dan 20 orang meninggal.

Kejadian merupakan bagian dari skenario latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) ke-106 PT Angkasa Pura I (Persero), yang digelar di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin.

Di samping penanganan pada saat kejadian, dalam PKD ini juga terdapat skenario penanganan pasca-kejadian, yakni penanganan terhadap keluarga korban melalui simulasi greeters and meeters  serta latihan penanganan terhadap media (media handling) saat kondisi darurat.

“Kegiatan ini dilaksanakan setiap tahunnya dengan tujuan untuk menguji koordinasi dan komando Tim Tanggap Darurat, memberikan wawasan dan pengetahuan serta melatih keterampilan dan kemampuan Tim Tanggap Darurat,” kata Humas Angkasa Pura I Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Aditya Putra Patria kepada koranbanjar.net-.

Kegiatan melibatkan 36 instansi, diantaranya TNI AU Lanud Syamsudin, Perum LPPNPI, Kantor Imigrasi Kelas I Banjarmasin, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai, Denzipur 08/GM hingga Bidang DVI Biddokkes Polda Kalimantan Selatan.

“Agar alur koordinasi, komunikasi, dan komando antar instansi di bandara dapat benar-benar teruji, sehingga keselamatan dan keamanan yang merupakan prioritas utama ini dapat lebih terjamin,” sebutnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang dan Kedokteran Polda Kalsel Kombes Pol dr H Erwinn ZH menyatakan bahwa kegiatan itu positif, apalagi saat sekarang ini sering muncul bahaya yang tidak terduga.

Kegiatan ini menurutnya bertujuan mempersiapkan petugas, agar pada saat  terjadi bencana, korban-korban tersebut masih dapat diidentifikasikan secara baik.

“Korban harus diidentifikasi, karena sudah tugas kita  memuliakan hak-hak manusia. Demi kepentingan tindak lanjutnya, seperti  kegiatan keagamaan dan asuransi,” jelasnya.

Erwin juga mengharapkan kepada seluruh tim DVI agar bisa menyamakan persepsi saat penanggulangan keadaan darurat.

“Kerjasama saja jangan saat kejadian keadaan darurat, namun sebelum terjadi peristiwa, saat terjadi peristiwa hingga sesudah peristiwa itu terjadi,” tegasnya. (ags/dya)

Komentar

Jangan Lewatkan