oleh

Menuju SBW Kaltim Ekspor, Kementan Berikan Pendampingan Teknis

PASER, koranbanjar.net – Kementerian pertanian melalui karantina pertanian Balikpapan mencatat potensi besar dari produk pertanian sarang burung walet asal Kalimantan Timur (Kaltim).

Dari data sistem otomasi perkarantinaan iqfast di wilayah kerja karantina pertanian Balikpapan, jumlah eksportasi SBW tahun 2018 sebanyak 167 ton. Sementara selama Januari hingga Agustus 2019 telah tercatat 129 ton, artinya telah mencapai 77 % dari total tahun sebelumnya.

“Potensinya sangat besar, namun karena belum memenuhi persyaratan ekspor, maka SBW Kaltim masih dilalulintaskan domestik,” kata Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Ali Jamil saat membuka kegiatan Agro Gemilang di Paser, Rabu (4/9).

Menurut jamil, penjualan SBW asal Kaltim dengan tujuan domestik masing-masing Semarang, Surabaya, Tangerang, Jakarta, Medan, Palembang, Pontianak, Banjarmasin, Batam, Yogyakarta, Bali, Tarakan, Lampung, Palangkaraya dan Makassar.

SBW ini kemudian diolah untuk seterusnya diekspor ke pelbagai negara. “Pelaku usaha SBW di Kaltim belum mendapatkan hasil yang maksimal dari usaha agribisnis ini. Harganya pasti jauh sekali dibandingkan dapat langsung ekspor,” tambahnya.

Sesuai instruksi presiden, mendorong ekspor dan investasi sebagai fokus di segala bidang. “Kita lakukan bersama, beri dukungan dari aspek produksi dan teknis ekspor agar dapat masuk pasar global. Pemda beri dukungan kebijakan yang menarik untuk investasi. Insentif khusus, agar industri SBW kaltim dapat tumbuh dan berkembang,” urai Jamil.

Selain dapat menyerap banyak tenaga kerja dan nilai tambah bagi petani SBW, investasi dipengolahan ini dapat menjadi sumber pendapatan daerah. Berdampak ganda,  multiplier efect untuk kesejahteraan masyarakat banyak,” tegasnya.(sya/sir)

Komentar

Berita Terkini