Memprihatinkan, selama 2 Tahun Arif Kencing di Kasur

Semenjak sang suami hanya terbaring lemah di atas kasur akibat penyakit struk yang dideritanya selama dua tahun ini, semenjak itulah sang istri menggantikan posisi suaminya sebagai tulang punggung keluarga untuk membiayai hidup anak-anaknya dan semua kebutuhan keluarga. Berbagai cara usaha dilakukan sang istri untuk menghidupi keluarganya, dari menjual kue ke warung-warung, menjadi pekerja harian lepas mencucikan baju-baju tetangga, hingga terpaksa memberhentikan sekolah salah satu anaknya pun dilakukan sang istri demi bisa menghidupi keluarganya.

Sebagaimana kewajiban seorang tulang punggung keluarga yang lazimnya diemban oleh seorang suami untuk menafkahi dan mensejahterakan keluarganya, sudah sepantasnya si tulang punggung ini harus memiliki tubuh yang sehat dan gagah.

Namun, betapa malangya, hal ini tidak terjadi pada keluarga Arif.

Betapa tidak, lelaki yang bernama lengkap Arif Chandy (42) ini sudah dua tahun belakangan ini terbaring lemah tak berdaya di atas kasur kamarnya yang berukuran 3×4 meter di sebuah rumah yang dikontraknya bersama keluarganya.

Padahal, menurut penuturan sang istri, Mahmudah (41) kepada koranbanjar.net saat mengunjungi rumahnya yang beralamat di Jalan Lingkar Basirih Komplek Kenari 1 RT 8 Banjarmasin Selatan Kalsel ini, sebelumnya Arif adalah seorang suami yang kuat dan gagah.

“Pada waktu sebelum sakit dulu, suami saya itu fisiknya kuat dan gagah serta tidak mengenal lelah dalam bekerja,” ujar Mahmudah.

Dituturkan Mahmudah, awal mulanya, pada dua tahun yang lalu ketika Arif yang pada waktu itu sedang berada di rumah pamannya, beranjak bangun dari istirahatnya sekitar pukul 18.00 Wita, namun di waktu yang bersamaan secara tiba-tiba ayah empat orang anak ini tidak bisa menggerakkan bandannya.

Melihat Arif tiba-tiba begitu, sontak anggota keluarga Arif seisi rumah menjadi kaget serta tidak menyangka bahwa kondisi fisik Arif yang sangat lemah tidak berdaya seperti itu dideritanya hingga kini, Rabu (9/5).

Melihat kondisi fisik sang suami mengkhawatirkan seperti itu, Mahmudah menjadi sangat terpukul.

“Saya tidak menyangka suami saya menjadi seperti ini akhirnya. Padahal sepengetahuan kami, ia tidak memiliki penyakit berat sebelumnya, orangnya sehat kok,” tuturnya.

Parahnya lagi, dikisahkan Mahmudah, kondisi fisik Arif yang hanya terbaring lemah di kasur hingga kini, memaksa Arif melakukan aktivitas makan dan minum hingga buang air kecil di kasur.

“Makan, minum hingga kencing pun terpaksa dilakukan di atas kasur,” katanya.

Untuk bisa sembuh dan mendapat pengobatan, saat ini, Arif bersama anak dan istrinya hanya bisa mengharapkan uluran bantuan dari warga dan pihak pemerintah terkait.

Sebab, janganpun punya ongkos sendiri untuk berobat, untuk makan sehari-hari saja terkadang mereka mengharap belas kasih dari tetangga dan keluarga yang rela membantu mereka.

“Mudah-mudahan ada orang yang terketuk hatinya untuk membantu biaya pengobatan terapi penyakit saya supaya saya bisa sembuh dan dapat bekerja lagi seperti semula. Kasian anak-anak saya, bagaimana nasib masa depannya,” ujar Arif dengan nada lirih. (leo/dny)