Masya Allah, Prajurit Loreng Satu Ini Bangun Rumah Anak Terlantar dan Musala

- Tak Berkategori
  • Bagikan

Masya Allah, pujian kepada Allah menggerakan hati seorang prajurit TNI telah membangun rumah anak terlantar dan yatim piatu. Bukan hanya itu, prajurit bernama lengkap Suhardi Aji Sriwijayanto berpangkat Letnan Kolonel (Letkol) ini juga membangun musala untuk aktivitas ibadah masyarakat, terutama kegiatan keagamaan rumah yatim piatu.

RAHMAN LEON, Hulu Sungai Selatan

MINGGU (13/12/2020) di Desa Mandala, Telaga Langsat, Kandangan, Suhardi Aji Sriwijayanto atau biasa dipanggil Aji ini menuturkan, beranjak dari niatnya mengisi sisa hidup mengabdi untuk kepentingan ukhrawi(agama), Aji bersama rekannya membangun tempat tinggal bagi anak-anak yang tak memiliki orang tua, atau ditelantarkan orang tuanya.

Niat mulia ini, ia jalankan semenjak menjabat sebagai Komandan Kodim (Dandim) 1003 Kandangan Kabupaten HSS. Awalnya mereka (Aji dan rekan) terlebih dahulu membangun sebuah rumah Burung Walet di Desa Mandala.

Seiring waktu, hingga dirinya sekarang menjabat sebagai Kasdim di Kodim 1007/Banjarmasin, niatnya tersebut terus ia jalankan. Lanjut diceritakan, kala itu salah satu tokoh masyarakat desa setempat bernama Haji Salam (Paman Salam) menghibahkan tanahnya kepada Letkol Aji (saat menjabat Dandim 1003 Kandangan berpangkat Letkol).

Dalam benaknya, terlintas diatas tanah ini akan dibangun rumah penampungan khusus bagi anak-anak tanpa orang tua atau yang terlantar, ditinggal orang tuanya begitu saja.

“Alhamdulillah, dengan ijin Allah, rumah yatim piatu ini berdiri, dan diresmikan langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati HSS dihadiri komponen masyarakat waktu itu,” ujar Aji.

Sembari mengatakan rumah panti itu diberi nama Rumah Yatim Piatu Hikmah Fadhilah yang beralamat di Desa Mandala RT 01 RW 02 Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten HSS.

Bukan saja rumah untuk anak-anak terlantar, Letkol Aji baru saja menyelesaikan pembangunan Musala Al- Hikmah, letaknya berdampingan dengan Rumah Yatim Piatu Hikmah Fadhilah.

Kemudian,  pada hari dan waktu sama pula, tepatnya pukul 11.00 Wita, musala diresmikan dengan terlebih dahulu dilakukan penandatanganan prasasti dan pemotongan pita oleh Letkol Aji didampingi tokoh ulama, habaib di desa ini.

Pada prasasti terlihat sebuah tanda tangan, di bawahnya tertulis nama Letkol Inf Suhardi Aji Sriwijayanto SE.

Adapun musala ini nantinya, tentang Aji, selain untuk salat, juga akan diisi acara keagamaan seperti majelis zikir, tahfiz, tausiyah, dan TPA yang terjadwal secara teratur. Pengajar terdiri dari para ustad binaan Guru Kapuh, Ketua MUI HSS.

Proses Pembangunan Musala Al-Hikmah

Dalam penuturannya, sumber dana pembangunan musala ini, awalnya ia biayai sendiri secara bertahap, ditambah bantuan dari pihak keluarga dan kerabat.

Di perjalanannya, tak disangka kata Aji, banyak dari berbagai pihak ikut berpartisipasi memperlancar pembangunan Musala Al-Hikmah, terutama tenaga dari para relawan binaan Habib Abdul Asalam Al Kaff, salah satu tokoh agama di kawasan tersebut.

“Kurang lebih 100 relawan yang diturunkan berjibaku membangun Musala ini, sungguh sangat luar biasa, kebetulan saya juga bersahabat lama dengan Habib Asalam Al Kaff,” katanya.

Disela itu, Aji menyebut nama seorang teman baru dikenal bernama Azis. Ternyata orang ini yang mendesain kaligrafi di sekeliling dinding Musala Al-Hikmah dengan sedemikian rupa.

“Saya sangat berterima kasih kepada teman saya Azis. Allah telah mempertemukan saya dengannya, dengan harga yang sangat minim, Azis ikhlas menyumbangkan keahliannya menuliskan kaligrafi yang menghiasi sekeliling dinding musala,” tuturnya.

Hasil rumah walet pun nantinya, akan akan dipergunakan untuk pembiayaan operasional dan keberlangsungan perawatan Rumah Yatim Piatu Hikmah Fadhilah dan Musala Al-Hikmah.

“Biar saya tinggalkan nanti, keberlangsungan rumah yatim piatu dan musala ini terus berlanjut hingga akhir zaman, dan berharap apabila saya tinggalkan dapat dikembangkan,” harapnya.

Delapan bulan menjabat sebagai Kasdim 1007/Banjarmasin, Aji akan dipromosikan menjadi dosen muda Seskoad di Bandung.

“Selasa ini saya sudah meninggalkan Kalimantan Selatan, mohon doanya semoga lancar dan selamat, ” tukasnya menutup wawancara.

  • Bagikan