oleh

Masih Dampak Kemarau, Air Baku PDAM Belum Bisa Dimaksimalkan

KOTABARU, koranbanjar.net – Kemarau Panjang yang melanda Kabupaten Kotabaru 5 bulan belakangan ini, nampaknya masih ‘sembuh’ meski hujan beberapa kali mengguyur baru-baru ini.

Hal ini dirasakan masyarakat Kabupaten Kotabaru. Pasalnya, kemarau yang melanda hampir 5 bulan tersebut, membuat banyaknya warga dari berbagai wilayah di Kotabaru tidak dapat mengkonsumsi air bersih PDAM.

Bahkan, hujan yang sempat milayah Kotabaru sejak beberapa hari ini, belum juga ada perubahan untuk air baku PDAM.

Humas PDAM Kotabaru, Syarwani mengatakan, air baku dari beberapa dam maupun waduk dan embung di beberapa lokasi pasca hujan belum ada tambahan air.

“Pasca hujan dari beberapa hari lalu, belum ada dampak baik untuk beberapa IPA (Instalasi Oengelolaan Air) di Wilayah Kotabaru, namun untuk Waduk Gunung Ulin ada tambahan sebanyak 55 centimeter, namun belum bisa didistribusikan ke pelanggan,” katanya, Senin (9/12/2019).

Masih Dampak Kemarau, Air Baku PDAM Belum Bisa Dimaksimalkan
Waduk yang berada di Desa Tirawan. (foto: icah/koranbanjar.net)

Syarwani juga mengatakan, selain Waduk Gunung Ulin yang derdapat air pasca hujan turun, IPA Gunung Sari juga terdapat tambahan air baku sebanyak 150 centimeter, langsung didistribusikan ke pelanggan.

“Alhamdulillah IPA Gunung Sari ada terdapat air baku pasca hujan tersebut. Dan air langsung kita distribusikan kepada pelanggan,” imbuhnya.

Masih Dampak Kemarau, Air Baku PDAM Belum Bisa Dimaksimalkan

Lanjut Syarwani, saat air baku yang langsung didistribusikan ke pelanggan saat itu, ketinggian air sudah mengalami penurunan hingga posisi 60 centimeter karena tidak ada tambahan air baku.

“Karena tidak ada penambahan air baku lagi, jadi pendistribusian kembali di jadwal kan bergiliran seperti biasa. Dan Air baku sekarang sudah mulai turun ke ketinggian 30 cm, ” pungkasnya. (cah/dra)

Komentar