Lagu Indonesia Raya Dihina, Garuda Diganti Ayam Jago

Video yang menayangkan parodi lagu Indonesia berisi hinaan terhadap lirik dan lambang negara Indonesia telah beredar sejak dua minggu terakhir dan diunggah sejak November 2020 lalu oleh akun dengan bendera Malaysia. Lagu kebangsaan Indonesia telah diubah total liriknya dengan kalimat-kalimat insinuatif, tetapi juga mengganti lambang negara burung Garuda dengan ayam jago berlambang Pancasila, dilatarbelakangi bendera Merah Putih.

JAKARTA, koranbanjar.net- Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta, Minggu (27/12/2020), mengecam tindakan yang menghina lagu kebanggan Indonesia tersebut. Bahkan pihak Kedubes Malaysia menyatakan, pihak berwenang negara itu sedang menyelidiki beredarnya video itu.

Dilansir dari www.voaindonesia.com, “Kedutaan Besar Malaysia telah mengetahui adanya video yang menghina Indonesia, yang diklaim diunggah dari Malaysia,” demikian petikan pernyataan itu. Maklumat tersebut merujuk pada video parodi lagu kebangsaan “Indonesia Raya” berdurasi satu menit 31 detik yang diunggah di YouTube.

Video itu tidak saja memuat lagu kebangsaan Indonesia yang telah diubah total liriknya dengan kalimat-kalimat insinuatif, tetapi juga mengganti lambang negara burung Garuda dengan ayam jago berlambang Pancasila, dilatarbelakangi bendera Merah Putih. Video yang diunggah oleh akun dengan logo bendera Malaysia itu diketahui telah beredar sejak dua minggu lalu.

Lambang negara Garuda diganti dengan ayam jago.(foto:internet)
Lambang negara Garuda diganti dengan ayam jago.(foto:internet)

Kedutaan Besar Malaysia di Jakarta melalui akun Facebook-nya mengatakan “pihak berwenang Malaysia sedang menyelidiki masalah ini.”Dan menegaskan bahwa “jika diketahui bahwa video itu diunggah oleh warga negara Malaysia, maka tindakan tegas akan diambil berdasarkan hukum yang berlaku.”

Kedutaan Besar Malasia menggarisbawahi pernyataannya dengan mengatakan “…. mengutuk provokasi negatif apapun yang bertujuan menimbulkan dampak pada hubungan bilateral Malaysia dan Indonesia yang erat.” Kementerian Luar Negeri Indonesia belum memberikan tanggapan terhadap isu ini.(em/ah/VOA)