oleh

Lagi, Massa Seruduk Kantor PLN, Dinilai Melakukan Pembohongan Publik, GM Didesak Mundur

BANJARMASIN, koranbanjar.net – Lagi-lagi Kantor Penerangan Listrik Negara(PLN) Banjarmasin jadi sasaran empuk demonstran. Puluhan massa yang terdiri dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kalimantan Selatan seruduk kantor perusahaan plat merah tersebut, mendesak General Manager (GM) PLN Wilayah Kalselteng segera mundur, pasalnya PLN dinilai melakukan pembohongan publik.

“Kami minta GM PLN Wilayah Kalselteng dengan legowo segera mundur, karena kami menilai PLN ingkar janji, katanya tidak ada mati-mati lagi, ternyata kemarin tepatnya Selasa malam atau malam Rabu, pemadaman terjadi lagi, ini pembohongan publik,” teriak Din Jaya salah satu koordinator aksi dalam orasinya di depan kantor PLN Banjarmasin, Senin (3/2/2020).

Sebelumnya, Koordinator Pemuda Islam Kalimantan (PIK) Kalsel, Haji Hasan menegaskan, pihaknya menginginkan di Kalimantan Selatan tidak ada lagi pemadaman.

“Jangan ada lagi pemadaman, kami tidak ingin mendengar alasan-alasan klasik, tadi sudah kami tanyakan apakah semua sudah baik, kalau masih saja terjadi maka kami minta GM PLN jabatannya dicopot,” tegasnya saat berdemo di depan kantor DPRD Kalsel.

Ketua DPRD Kalsel Supian HK, tempo kemarin di tengah pengunjuk rasa mengatakan, sudah memanggil GM meminta penjelasan atas kejadian pemadaman listrik secara tiba-tiba di sebagian wilayah Kalsel, yang katanya ada kerusakan akibat tersambar petir.

“Jadi tanpa membuang waktu kejadian malam itu langsung kita telepon pihak pimpinan PLN, dan sudah kita panggil, saya bilang sebelum ada demo dari masyarakat, tolong beri penjelasan terhadap apa yang terjadi, dan mereka mengatakan akibat tersambar petir, kemudian saya tanya lagi apakah tidak ada penggantinya, mereka bilang sudah diganti jam 12 malam,” jelas Politisi Golkar kala itu.

Manager Unit Pelayanan III Kantor PLN Banjarmasin, Basuki Rahman ketika itu kepada wartawan juga menyatakan, padamnya listrik hampir seluruh wilayah Kalsel adalah akibat sambaran petir terhadap saluran udara tegangan tinggi 150 KV.

“Sehingga terputusnya saluran energi listrik yang berdampak pemadaman di Kota Banjarmasin. Kedepannya kami terus berupaya memperbaiki sistemnya,” janjinya.(yon)

Komentar

Jangan Lewatkan