oleh

Kisah Jagoan Karate Internasional (II), Ditendang Lawan di Luar Pertandingan

-Feature-49 views

TEGUH kala itu mengalami amnesia hingga dua jam. Itupun harus lewat usaha dokter yang menanganinya. “Setelah sadar dari pingsan selama satu jam, dokter yang menangani saya terus berupaya mengingatkan dengan cara melihatkan video saya bertanding. Barulah setelah dua jam saya akhirnya berhasil mampu mengingat kembali,” ceritanya.

Laporan Jurnalis Koranbanjar.net, YULI KUSUMA, Banjarbaru

Padahal, dikisahkan Teguh, ia sudah dinyatakan menang kala itu. Waktu pertandingan pun sudah selesai. “Memang lawan saya waktu itu setiap kali ketemu saya tidak pernah menang. Jadi mungkin dia kesal. Lalu ketika waktu sudah berhenti dan saya dinyatakan menang, dia malah menendang saya,” ungkapnya.

Kendati demikian, tak ada sedikitpun dendam yang dirasakan Teguh. Ia menjadikan kejadian itu hanya sebagai pengalaman berharganya. “Ya nggak apa-apalah saya sportif saja, namanya juga olahraga jadi biasa saja. Saya tidak dendam, lagian saya masih sehat dan selamat juga,” katanya.

Kini, diusianya yang tak muda lagi, Teguh Mulyawan tak lagi aktif turun tanding. Ia sekarang menjabat sebagai Kepala Staf Pelatih di Bandung Karate Club (BKC) Kalsel, sebuah klub karate yang bermarkas di Dojo Mawar, Jalan Transmisi, Perumahan Wengga Palm Nomor 407, Banjarbaru.

Di dojo miliknya itu, Teguh saat ini mempunyai dua ratus murid karate dengan kisaran usia dari 6 sampai 18 tahunan, dan 33 atlet andalan untuk diturunkan di kejuaraan bergengsi seperti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional  (OOSN), Porprov, dan kejurnas lainnya.

Saat tengah asyik mengisahkan tentang dojonya, wartawan koranbanjar.net menyela sejenak ceritanya untuk menanyakan mengapa soerang Teguh Mulyawan sangat begitu mencintai olaraga karate. Ia pun sempat kesulitan mengungkapkan apa yang membuatnya begitu menggandrungi olahraga bela diri itu.

“Mungkin karena sejak kecil saya sering di tempa olahraga keras bela diri sehingga sampai saat ini saya mencintai olahraga bela diri apa saja. Saya di tinju juga suka hingga dapat emas di kejurnas Balikpapan dan Makassar. Lalu silat Merpati Putih Asian Teratai juga saya belajar,” ujarnya.

Ia mengatakan dirinya bukanlah seorang yang fanatik di salah satu olahraga bela diri, karena menurutnya semua olaharga bela diri bagus, terutama dalam membentuk mental dan fisik.

“Dan yang paling penting di olahraga bela diri itu adalah pembentukan karakternya. Jadi selain memiliki fisik dan mental bagus, karakter juga dimiliki,” tuturnya.

Karakater yang dimaksud Teguh di antaranya adalah karakter mencintai bangsa dengan rasa nasionalisme tinggi serta karakter dalam beretika.

“Semua olahraga bela diri mengajarkan itu. Itulah yang membuat saya mencintai olahraga bela diri bukan hanya karate saja,” tutupnya. (dny)

Komentar

Dari Rubrik Pilihan: