oleh

Kalsel Alami Inflasi 0,16 Persen

BANJARBARU, koranbanjar.net – Pada Oktober 2019, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) khususnya Kota Banjarmasin mengalami inflasi sebesar 0,12 persen.

Selain itu, tingkat inflasi tahun kalender 2019 sebesar 3,38 persen dan laju inflasi tahun ke tahun adalah sebesar 4,30 persen.

“Terjadinya perubahan Indeks Harga Konsumen atau IHK dari 138,95 pada September 2019 menjadi 139,11 pada Oktober 2019 terhadap Desember 2018,” ujar Kepala BPS Kalsel Diah Utami.

Berdasarkan data rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel tentang Perkembangan IHK atau Inflasi Provinsi Kalsel Oktober 2019 per 1 November 2019, inflasi tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas daging ayam ras, teh manis, ikan kembung, ikan gabus, dan rokok kretek filter.

“Sedangkan, komoditas yang mengalami penurunan harga dengan andil deflasi tertinggi antara lain telur ayam ras, semangka, cabai merah, ikan layang atau benggol, dan minyak goreng,” kata perempuan yang akrab disapa Diah.

Menurutnya, Jumat (1/11/2019), saat jumpa pers, inflasi di Kota Banjarmasin bulan Oktober 2019 terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada kelompok pengeluaran.

“Contohnya seperti kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,40 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,11 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,18 persen, kelompok transpor, serta komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,15 persen,” paparnya.

Yang mengalami penurunan, lanjutnya, yakni kelompok bahan makanan sebesar 0,19 persen, dan kelompok sandang sebesar 0,06 persen.

“Kondisi kota-kota lain yang berada di Pulau Kalimantan tepatnya di luar Kota Banjarmasin, inflasi tertinggi terdapat pada kota Tanjung sebesar 0,78 persen diikuti kota Palangkaraya sebesar 0,64, lalu kota Sampit 0,21 persen dan kota Pontianak 0,15 persen,” bebernya.

Oleh karena itu, Banjarmasin sebagai kota inflasi terendah dari kota yang mengalami inflasi menurut regional kota di Kalimantan.

“Di regional Kalimantan kota yang mengalami deflasi tertinggi di kota Balikpapan sebesar -0,69 persen dan terendah di kota Samarinda sebesar -0,12 persen,” tandasnya. (ykw/dya)

Komentar

Jangan Lewatkan